Ketegangan China-Jepang Memanas, Ancaman ¥2,2 T Bayangi Ekonomi Jepang

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 20 November 2025 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal Perang China

Kapal Perang China

Hubungan China dan Jepang memanas drastis pasca pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi mengenai Taiwan. Ketegangan ini segera memicu aksi balasan Beijing, termasuk larangan penerbangan dan pembatalan tur, yang kini mengancam kerugian ekonomi hingga ¥2,2 triliun bagi Jepang.

Takaichi memicu kemarahan Beijing awal November lalu saat mengatakan pengerahan pasukan Jepang dapat menjadi bagian pertahanan kolektif jika Taiwan diserang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menuntut pernyataan itu dicabut, “Jika Jepang menolak untuk mencabutnya atau bahkan terus menempuh jalan yang salah, China harus mengambil tindakan balasan yang tegas dan keras, dan segala konsekuensi yang timbul akan ditanggung Jepang,” kata Mao Ning.

Baca Juga :  Banjir Bandang Afrika Selatan Tewaskan Seratus Orang Lebih Akibat Hujan Deras

Takaichi enggan menarik pernyataannya, sehingga China merespons dengan membatalkan penerbangan dan menunda perilisan dua anime Jepang dengan alasan “sentimen penonton”. Dampaknya signifikan, mengingat 491.000 turis China telah membatalkan tiketnya ke Jepang, dan turis China adalah pasar pariwisata terbesar Jepang.

Aksi pembatalan turis, penerbangan, dan anime ini, menurut ekonom eksekutif Nomura Research Institute, Takahide Kiuchi, menunjukkan kebijakan China yang menggunakan pasar sebagai senjata diplomatik. Penggunaan sanksi ekonomi dan budaya kini menjadi cara Beijing untuk menghukum Tokyo, di mana kerugian ¥2,2 triliun bagi Jepang membuktikan kerentanan industri pariwisata terhadap shock geopolitik yang tiba-tiba, katanya.

Analisis The Guardian menyebut risiko konflik meningkat di wilayah sengketa Kepulauan Senkaku dan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan. Sementara Takaichi tetap kukuh, utusan tingkat tinggi dari Tokyo dikabarkan sedang menuju Beijing dalam upaya menenangkan situasi dan meredakan ketegangan China-Jepang.

Baca Juga :  Penjualan Mobil di China Melonjak pada September, Namun BYD Melemah

Krisis diplomatik ini menegaskan bahwa setiap pernyataan politik Takaichi terkait Taiwan akan memicu dampak ekonomi langsung, mengingat 99 persen perdagangan Jepang bergantung pada rute maritim. Ketergantungan ekonomi Jepang pada China kini menjadi dilema strategis, di mana upaya penguatan militer kini dibalas dengan hantaman telak ke sektor ritel dan pariwisata.

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB