Korban KA Bangunkarta Jadi 4, Polisi Akui CCTV Tak Rekam Insiden Palang Pintu

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 14 November 2025 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kecelakaan di perlintasan kereta api. (ANTARA FOTO/RIZAL HANAFI)

Ilustrasi kecelakaan di perlintasan kereta api. (ANTARA FOTO/RIZAL HANAFI)

Total korban tewas kecelakaan KA 161 Bangunkarta di Prambanan, Sleman, bertambah menjadi empat orang, setelah seorang bayi berusia dua bulan dilaporkan meninggal dunia. Bayi penumpang mobil Calya tersebut wafat pada Selasa (11/11) kemarin, seminggu setelah insiden maut di perlintasan sebidang Brambanan-Maguwo pada 4 November lalu.

Kapolsek Prambanan Kompol Dede Setiyarto membenarkan kabar meninggalnya bayi malang tersebut, yang dirawat di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. “Kami tidak tahu persisnya meninggal karena apa, informasi kami terima dari RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten,” kata Dede, Kamis (13/11).

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengatakan penyelidikan kecelakaan KA Bangunkarta ini masih berlanjut bersama PT KAI. Dugaan awal, palang pintu perlintasan terhalang truk saat proses menutup, namun saksi lain menyebut palang pintu justru terbuka saat kereta melintas.

Baca Juga :  Tragedi Pantai Sunset Cisolok: Dua Wisatawan Asal Bogor Hilang Terseret Arus Bawah Laut

Polisi kini menemui kendala dalam mengurai kronologi, karena rekaman CCTV di sekitar lokasi ternyata tidak merekam secara langsung insiden di perlintasan. “Kami belum bisa menarik kesimpulan apakah kesalahan dari penjaga palang, kesalahan teknis, atau pengendara,” kata Wiwit.

Bertambahnya korban jiwa dari bayi dua bulan ini, menurut Wiwit, menjadikan pengungkapan misteri palang pintu Prambanan sebagai prioritas utama untuk mencegah tragedi berulang. Kegagalan CCTV di titik vital dan simpang siurnya kesaksian saksi mata menjadi tantangan terbesar penyidik dalam menentukan siapa pihak yang lalai dalam insiden KA Bangunkarta tersebut, katanya.

Kecelakaan di perlintasan sebidang Prambanan ini kembali menjadi rapor merah bagi manajemen keselamatan transportasi kereta api di Indonesia. Tragedi tewasnya empat korban, termasuk bayi tak berdosa, harus menjadi evaluasi total PT KAI atas sistem keamanan palang pintu yang terbukti gagal melindungi pengguna jalan.

Baca Juga :  MK Tolak Gugatan Uji Materi Rangkap Jabatan Polri, Aturan Penempatan Anggota di Jabatan ASN Tetap Berlaku

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB