Lepas Indonesia, sub-merek dari Chery Group, mengumumkan rencana agresif untuk memisahkan dan membangun 40 jaringan dealer mandiri hingga akhir 2026. Keputusan ini diambil untuk memposisikan Lepas sebagai merek yang lebih premium dan mewah di pasar Indonesia, terpisah dari citra Chery.
Deputy Country Director Lepas Indonesia, Ricky He, menegaskan proses pembangunan jaringan dealer baru sudah berjalan masif. “Kita dalam proses pembangunan jaringan dealer,” kata Ricky He. Pihaknya menargetkan akhir tahun 2025 menyelesaikan 10 dealer operasional, “Akhir tahun depan target kami punya 40 dealer yang beroperasi di sini,” sambung Ricky He.
Flagship Lepas L8 akan menjadi penantang baru di segmen SUV premium, yang memiliki dimensi lebih besar dari Chery Tiggo 8. CEO Lepas Zhai Xiaobing menegaskan L8 tidak menggunakan platform Chery Tiggo 8, “Ini benar-benar berbeda, totally new energy platform, kita sebutnya LEX, berbeda dengan Tiggo 8 (yang memakai T1X),” kata dia.
Keputusan Lepas membangun platform LEX dan tidak berbagi basis dengan Chery ini, menurut analis otomotif, adalah langkah vital untuk memvalidasi klaim premium di mata konsumen Indonesia. Penanaman fitur canggih seperti Automated Parking Assist (APA) dan Remote Parking Assist (RPA) di Lepas L8 menjadi kunci diferensiasi teknologi untuk melawan dominasi SUV Jepang dan Eropa di segmen harga Rp 500 jutaan, katanya.
Lepas L8 ditenagai mesin 1.5 TGDi generasi kelima yang dipadukan motor listrik, menawarkan jangkauan listrik penuh sejauh 100 km dan mode berkendara fleksibel. Fitur lain yang ditawarkan mencakup panel sentuh vertikal 13,2 inci, ADAS, dan panoramic sunroof elektrik.
Ambisi Lepas Indonesia untuk memisahkan diri dari Chery dengan target 40 dealer menunjukkan agresivitas pabrikan China dalam menguasai pasar premium Tanah Air. Keberhasilan ekspansi cepat ini akan sangat bergantung pada kemampuan Lepas L8 membuktikan kualitas, konsistensi layanan purnajual, dan membangun loyalitas di segmen mewah.






