Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di wilayah Sragen. Peristiwa tragis tersebut menimpa seorang pejalan kaki di Jalan H.O.S. Cokroaminoto, tepatnya di Teguh Jajar, Kelurahan Plumbungan, Karangmalang.
Kecelakaan nahas ini terjadi pada Selasa petang, 30 September 2025. Waktu kejadian dicatat sekitar pukul 17.15 WIB, saat kondisi cuaca sedang dilanda hujan.
Korban meninggal dunia dalam insiden ini adalah seorang nenek-nenek. Ia meregang nyawa setelah ditabrak oleh pengendara sepeda motor.
Peristiwa kecelakaan di Sragen ini segera mendapat penanganan dari pihak kepolisian. Polisi menerima laporan hanya berselang lima menit setelah kejadian.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, melalui Kasatlantas Polres Sragen, Iptu Kukuh Tirto Satria Leksono, memberikan keterangan resmi terkait detail insiden tersebut. Kecelakaan melibatkan dua pihak utama.
Pihak pertama adalah sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AD 4037 ON. Motor ini dikendarai oleh Farah Putri Nabila, seorang wanita berusia 22 tahun, yang diketahui merupakan warga Karanganyar.
Pihak kedua yang menjadi korban adalah Sri Suprihatin. Nenek berusia 74 tahun ini merupakan warga setempat, beralamat di Teguh Jajar.
“Seorang nenek meninggal dunia,” ujar Iptu Kukuh, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Korban tewas di lokasi setelah ditabrak motor yang melaju.
Tidak hanya korban pejalan kaki, pengendara motor, Farah Putri Nabila, juga mengalami luka-luka cukup serius. Ia mengalami pendarahan di hidung dan mulut.
Selain itu, pengendara motor berusia 22 tahun ini juga dilaporkan menderita robek di kedua kaki. Ia kini harus menjalani perawatan medis akibat benturan keras yang terjadi.
Tim Unit Gakkum Satlantas Polres Sragen segera bergerak cepat ke lokasi kejadian. Mereka langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selain olah TKP, petugas juga meminta keterangan dari dua orang saksi yang merupakan warga sekitar lokasi insiden. Kesaksian mereka sangat penting untuk merekonstruksi kronologi kejadian.
Menurut keterangan dari para saksi, kecelakaan bermula ketika pengendara motor Honda Beat melaju di jalan. Arah laju motor adalah dari utara menuju selatan.
Sementara itu, korban, Sri Suprihatin, pada saat yang sama sedang berupaya menyeberang jalan. Korban diketahui bergerak dari sisi barat ke timur.
Diduga kuat, jarak antara sepeda motor dan pejalan kaki sudah terlalu dekat ketika nenek Sri Suprihatin mulai menyeberang. Kondisi hujan yang melanda lokasi juga kemungkinan memengaruhi jarak pandang dan pengereman.
Akibatnya, pengendara motor tidak mampu lagi mengendalikan laju kendaraannya. Motor pun menabrak pejalan kaki tersebut dengan keras.
Polres Sragen kini tengah memproses lebih lanjut kasus kecelakaan yang menimpa pejalan kaki di Kelurahan Plumbungan ini. Penyelidikan mendalam diperlukan untuk menentukan faktor penyebab utama dan tanggung jawab hukum.
Iptu Kukuh Tirto Satria Leksono mengimbau seluruh pengguna jalan di Sragen untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung, seperti saat terjadi hujan. Kondisi jalan yang licin dan jarak pandang terbatas meningkatkan risiko kecelakaan.
Peristiwa tewasnya pejalan kaki ini menjadi pengingat bagi seluruh pengendara kendaraan bermotor. Prioritas keselamatan pejalan kaki, terutama lansia, harus selalu diutamakan di area permukiman.
Masyarakat Teguh Jajar dan sekitarnya tentu berduka atas meninggalnya nenek Sri Suprihatin. Harapan agar kejadian serupa tidak terulang lagi menjadi perhatian bersama.
Polisi menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas dan antisipasi saat menghadapi pejalan kaki di jalan raya. Kecepatan harus disesuaikan, terutama di zona yang berpotensi banyak aktivitas warga.
Penanganan kasus ini oleh Satlantas Polres Sragen diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum bagi semua pihak yang terlibat. Langkah pencegahan akan terus digalakkan agar tercipta keamanan berlalu lintas yang lebih baik di Sragen.






