Dalam upaya menurunkan angka stunting dan gizi buruk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menyalurkan subsidi pangan bergizi kepada masyarakat berisiko tinggi kekurangan gizi. Program ini menjadi bagian dari strategi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga miskin di wilayah tersebut.
Kegiatan yang digelar pada Rabu (9/10/2025) ini menyasar ratusan keluarga dengan anak balita, ibu hamil, serta warga lansia. Bantuan berupa paket pangan bergizi seperti telur, susu, beras, dan sayuran segar disalurkan secara langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Kesehatan Kendal.
“Program ini bukan sekadar bantuan sesaat, tapi bagian dari langkah jangka panjang untuk mencegah stunting sejak dini,” ujar Bupati Kendal, Dico Ganinduto.
Dico menjelaskan bahwa program subsidi pangan bergizi dilaksanakan secara terpadu dengan program edukasi gizi dan kesehatan keluarga, termasuk pendampingan kepada ibu hamil dan kader posyandu.
“Kami ingin keluarga memahami pentingnya gizi seimbang. Tidak hanya makan cukup, tapi juga harus makan bergizi,” tegasnya.
Pemkab Kendal juga menggandeng sejumlah pelaku UMKM lokal sebagai penyedia bahan pangan dalam program ini, agar manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat penerima, tetapi juga mendorong roda ekonomi daerah.
“Dengan melibatkan UMKM, rantai ekonomi lokal tetap bergerak. Jadi, ini bukan hanya soal gizi, tapi juga soal kemandirian pangan,” tambah Dico.
Data Dinas Kesehatan Kendal mencatat, angka stunting di daerah tersebut menurun signifikan dalam dua tahun terakhir setelah penerapan berbagai program intervensi gizi dan sanitasi.
Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting hingga di bawah 10% pada 2026, sejalan dengan program nasional penanggulangan gizi buruk anak.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas, Pemkab Kendal optimistis langkah nyata ini akan memperkuat fondasi generasi sehat dan produktif di masa depan.






