Penerjun Payung Widiasih Masih Hilang di Laut Pangandaran, Operasi SAR Dilanjutkan

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan layar Humas Polres Pangandaran

Foto: Tangkapan layar Humas Polres Pangandaran

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap Widiasih (58), penerjun payung asal Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut Pangandaran saat mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terjun Payung, Selasa (30/12/2025).

Insiden tersebut terjadi di perairan Bojongsalawe, Kabupaten Pangandaran, ketika lima atlet terjun payung melompat dari pesawat latih Fly School Ganesha jenis Cessna 185 dengan nomor registrasi PK-SRC yang lepas landas dari Bandara Nusawiru.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan operasi pencarian kembali dilanjutkan sejak pagi hari dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

“Operasi SAR dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembagian dua SRU. SRU pertama melakukan penyisiran ke tengah laut menggunakan perahu dan waverunner, sementara SRU kedua menyisir garis pantai,” ujar Ade Dian.

Baca Juga :  Krisis Inflasi Global dan Ketahanan Pangan, Harga Komoditas Melonjak 2025

SRU 2 menyisir kawasan pesisir di perbatasan Bojongsalawe hingga Batukaras sejauh sekitar 3,25 kilometer. Selain itu, pemantauan udara juga dilakukan dengan menggunakan drone thermal UAV untuk memperluas jangkauan pencarian.

Ade Dian menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat kelima penerjun berada di ketinggian sekitar 10.000 kaki. Perubahan arah dan kecepatan angin yang cukup signifikan menyebabkan para penerjun kehilangan kendali arah pendaratan hingga akhirnya jatuh ke laut.

Dari kejadian itu, satu penerjun payung atas nama Rusli (64) dinyatakan meninggal dunia setelah jasadnya ditemukan. Sementara Widiasih hingga kini masih dalam pencarian. Tiga penerjun lainnya, yakni Karni (56), Mustofa (56), dan Khuldori (54), berhasil mendarat dengan selamat meski tidak di titik pendaratan yang direncanakan.

Baca Juga :  James Ransone Meninggal Dunia, Kabar Duka dari Bintang It Chapter Two

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pihak kepolisian bersama Basarnas, TNI, Satuan Polairud, tim medis, serta unsur terkait telah dikerahkan sejak awal untuk membantu proses pencarian korban.

Ia menegaskan seluruh kegiatan terjun payung tersebut dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Kapolres juga menyebutkan bahwa kegiatan Kejurda Terjun Payung Jawa Barat tersebut tidak dilaporkan sebelumnya kepada Polres Pangandaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh penyelenggara kegiatan olahraga ekstrem dan wisata udara agar selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan serta memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi cuaca,” tegasnya.

Penyelam Turut Diterjunkan

Untuk memperkuat pencarian, lima orang penyelam dari Duck Dive Batukaras turut diterjunkan dan bergabung dengan Tim SAR Gabungan. Namun, proses pencarian mengalami kendala akibat kondisi perairan yang keruh dan cuaca yang tidak bersahabat.

Baca Juga :  Somaliland yang Diakui Israel, Fakta dan Hubungan Diplomatiknya

Koordinator Pos SAR Pangandaran, Edwin Purnama, mengatakan operasi SAR pada Kamis (1/1/2026) terpaksa dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak mendukung dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat (2/1/2026).

“Operasi SAR hari ini dihentikan sementara akibat faktor cuaca. Pencarian akan kembali dilanjutkan besok,” ujarnya.

Ketua Duck Dive Batukaras, Taufiq Hidayatulloh, menjelaskan metode pencarian yang digunakan timnya adalah teknik freedive, menyesuaikan kondisi perairan dengan jarak pandang yang sangat terbatas.

“Air laut di dasar perairan sangat keruh sehingga metode freedive menjadi pilihan paling memungkinkan,” kata Taufiq.

Ia menambahkan, operasi pencarian telah memasuki hari ketiga dan seluruh unsur SAR terus berkoordinasi guna memaksimalkan upaya pencarian korban.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB