Penurunan Produksi Toyota di AS dan China Jadi Sinyal Tantangan Global Otomotif

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 10 Oktober 2025 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penurunan Produksi Toyota di AS dan China Jadi Sinyal Tantangan Global Otomotif

Penurunan Produksi Toyota di AS dan China Jadi Sinyal Tantangan Global Otomotif

Toyota Motor Corp mencatat penurunan signifikan dalam produksi kendaraan di dua pasar terbesar dunia, Amerika Serikat dan China, selama September 2024. Penurunan ini disebut sebagai akibat dari melemahnya permintaan konsumen dan gangguan rantai pasok komponen elektronik, yang masih dirasakan sejak pandemi berakhir.

Menurut laporan resmi perusahaan, produksi Toyota di China turun hampir 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara di AS, angka penurunan mencapai 5%. Meskipun total produksi global Toyota masih relatif stabil, tren ini menjadi perhatian karena kedua pasar tersebut menyumbang lebih dari 40% dari total penjualan global pabrikan asal Jepang itu.

Juru bicara Toyota menyebutkan bahwa penurunan permintaan sedan dan SUV konvensional, serta kompetisi ketat dari kendaraan listrik lokal, menjadi faktor utama di pasar China.

Baca Juga :  Pemotongan Insentif Picu Penurunan Permintaan Mobil Listrik di AS

“Pasar China saat ini sangat dinamis. Konsumen lebih memilih mobil listrik dan hibrida dari merek domestik yang menawarkan harga lebih agresif,” ujar sumber internal Toyota seperti dikutip Nikkei Asia.

Sementara itu, di Amerika Serikat, kenaikan suku bunga dan biaya pembiayaan mobil menjadi penyebab utama perlambatan penjualan. Dealer melaporkan konsumen semakin berhati-hati dalam melakukan pembelian baru, terutama di segmen mobil premium.

Analis industri otomotif menilai, kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Toyota yang selama ini mengandalkan produksi massal efisien dan model hybrid sebagai pilar utama bisnisnya. “Toyota berada di persimpangan antara mempertahankan model hybrid yang sukses dan mempercepat peralihan ke kendaraan listrik murni,” ujar analis Koji Endo dari SBI Securities.

Baca Juga :  Denza Z9 GT Resmi Meluncur di Pasar Global dengan Tenaga 1.140 DK

Sebagai respons, Toyota berencana melakukan penyesuaian produksi fleksibel dan memperluas lini kendaraan listrik serta hibrida plug-in di pasar global mulai 2025. Strategi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas operasional sekaligus mengimbangi fluktuasi permintaan di dua pasar utama tersebut.

Penurunan produksi ini menunjukkan bahwa bahkan produsen mobil terbesar dunia tidak kebal terhadap perubahan tren konsumen dan tekanan transisi energi bersih, yang kini menjadi arus utama industri otomotif global.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB