Permintaan Baterai Lithium China Diprediksi Turun Tajam Awal 2026

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baterai Lithium

Baterai Lithium

Permintaan baterai lithium di China diperkirakan akan mengalami penurunan signifikan pada awal 2026. Kondisi ini dipicu oleh melemahnya penjualan kendaraan listrik di dalam negeri, berakhirnya berbagai insentif pajak, serta perlambatan ekspor baterai ke pasar global.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), Cui Dongshu, memperkirakan bahwa permintaan baterai energi baru buatan China akan mulai menyusut sejak awal tahun depan. Ia menilai produsen baterai perlu menyesuaikan strategi produksi untuk menghadapi volatilitas pasar yang semakin tinggi.

“Mulai 2026, permintaan baterai energi baru akan menurun dibandingkan akhir 2025. Produsen harus mengurangi kapasitas produksi dan bersiap menghadapi siklus pasar yang tidak stabil,” ujar Cui melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.

Baca Juga :  Pencurian Ban Mobil Inggris Meningkat, Durham Jadi Hotspot Terparah Per Kapita

China saat ini masih memimpin dunia dalam produksi dan ekspor baterai lithium, didukung oleh pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik serta kebutuhan penyimpanan energi. Namun, penurunan permintaan yang diprediksi terjadi dapat berdampak langsung terhadap pemain besar industri baterai seperti CATL dan EVE Energy.

Menurut Cui, penjualan mobil penumpang berbasis energi baru di China diperkirakan turun setidaknya 30 persen pada awal 2026 dibandingkan kuartal IV 2025. Penurunan ini terjadi seiring dengan penghapusan bertahap insentif pajak pembelian kendaraan listrik, yang selama ini menjadi pendorong utama permintaan.

Selain itu, penjualan kendaraan listrik komersial juga dipastikan melemah. Banyak konsumen dan perusahaan telah mempercepat pembelian kendaraan sebelum akhir 2025 guna memanfaatkan subsidi dan keringanan pajak, sehingga menciptakan efek penurunan tajam pada awal tahun berikutnya.

Baca Juga :  Lexus Perkenalkan LFA Generasi Baru Berbasis Listrik dengan Desain Futuristis

Cui menegaskan bahwa melemahnya permintaan domestik tidak akan mudah dikompensasi oleh pasar ekspor. Pada 2025, ekspor baterai lithium China ke Uni Eropa memang masih tumbuh sekitar 4 persen, namun pengiriman ke Amerika Serikat justru turun 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menilai penurunan ekspor ke AS menunjukkan bahwa lonjakan kebutuhan penyimpanan energi akibat perkembangan kecerdasan buatan belum cukup kuat untuk mendorong permintaan baterai dari China.

Pandangan serupa disampaikan analis UBS, Yishu Yan, yang menilai produsen baterai China menghadapi risiko tambahan akibat kebijakan Amerika Serikat. Pembatasan terhadap proyek yang menerima kredit pajak investasi dan memiliki keterkaitan dengan “entitas asing tertentu” berpotensi menekan peluang ekspor baterai China di masa mendatang.

Baca Juga :  Toyota Vietnam Perpanjang Garansi hingga 10 Tahun, Berlaku Mulai Awal 2026

Dengan kombinasi melemahnya pasar domestik dan ketidakpastian global, industri baterai lithium China diperkirakan akan memasuki fase penyesuaian besar pada 2026, memaksa produsen untuk lebih berhati-hati dalam ekspansi dan pengelolaan kapasitas produksi.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB