Produksi 15 Juta Mobil Listrik, BYD Kokoh di Puncak Industri EV Global

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 19 Desember 2025 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BYD

BYD

Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, kembali mencetak tonggak penting dalam industri kendaraan listrik global. Perusahaan ini secara resmi mengumumkan telah mengirimkan 15 juta kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) secara kumulatif, yang terdiri dari mobil listrik murni (BEV) dan kendaraan plug-in hybrid (PHEV). Capaian tersebut menempatkan BYD di atas para pesaing besarnya seperti Tesla dan Volkswagen dalam hal total produksi kendaraan listrik.

Mengutip laporan Car News China, perjalanan BYD menuju angka 15 juta unit terbilang sangat cepat. Perusahaan yang didirikan pada 1995 ini awalnya berfokus pada industri baterai sebelum masuk ke sektor otomotif pada 2003. Sejak saat itu, BYD secara konsisten meningkatkan kapasitas produksi dan penguasaan teknologi kendaraan listrik.

Baca Juga :  BYD Resmi Geser Tesla Jadi Produsen Mobil Listrik Terbesar di Dunia

Pada akhir 2024, BYD telah mencapai produksi kumulatif 10 juta NEV. Hanya dalam waktu sekitar delapan bulan, angka tersebut melonjak menjadi 13 juta unit, hingga akhirnya menembus 15 juta kendaraan pada pertengahan 2025. Artinya, BYD mampu memproduksi sekitar 3 juta kendaraan listrik dalam waktu kurang dari satu tahun, sebuah laju pertumbuhan yang dinilai sangat agresif.

Secara perbandingan, total produksi kendaraan listrik Tesla hingga kini diperkirakan baru mencapai sekitar 8,1 juta unit. Sementara itu, Volkswagen sebagai raksasa otomotif Eropa juga masih tertinggal dengan total produksi BEV dan PHEV yang belum melampaui 3 juta unit.

Keberhasilan BYD tidak terlepas dari performa kuat sejumlah model andalannya. Mobil listrik seperti BYD Dolphin dan BYD Seagull masing-masing telah terjual lebih dari satu juta unit secara global. Model lain seperti Song Plus dan Sealion 06 turut menyumbang volume besar. Selain itu, seri Dinasti yang mencakup Qin, Song, dan Tang masih menjadi tulang punggung penjualan BYD, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Baca Juga :  Inovasi Teknologi Deteksi Alkohol Terbaru Bisa Hentikan Mobil Jika Pengemudi Mabuk

Dari sisi strategi, BYD menempuh pendekatan integrasi penuh teknologi internal, mulai dari baterai, sistem penggerak listrik, hingga teknologi kemudi pintar. Sejak 2022, BYD bahkan telah menghentikan produksi mobil bermesin pembakaran internal murni, sebagai langkah fokus total pada kendaraan listrik.

Dengan kontribusi besar dari pasar China yang menjadi pusat produksi dan konsumsi EV dunia, pencapaian 15 juta kendaraan energi baru menegaskan posisi BYD sebagai pemain dominan dalam peta industri mobil listrik global.

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB