Respons Menko Airlangga Tarif Trump 10 Persen, Strategi Amankan Ekspor RI

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Respons Menko Airlangga Tarif Trump

Respons Menko Airlangga Tarif Trump

Respons Menko Airlangga tarif Trump kini menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kebijakan tarif global terbaru. Pemerintah Indonesia bergerak cepat menanggapi dinamika perdagangan ini untuk melindungi stabilitas ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa posisi Indonesia tetap kuat berkat perjanjian dagang yang telah disepakati sebelumnya.

Meskipun Trump memberlakukan tarif dasar sebesar 10 persen bagi semua negara, Airlangga optimis produk unggulan Indonesia tidak akan terdampak secara masif. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat dalam bentuk Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dengan Amerika Serikat.

Dinamika Tarif Impor Amerika Serikat di Tahun 2026

Kebijakan “America First” yang kembali digaungkan oleh Donald Trump membawa perubahan signifikan pada peta perdagangan global. Trump mengumumkan bahwa tarif global 10 persen akan segera berlaku bagi seluruh negara mitra dagang.

Baca Juga :  Polemik Seleksi Dewas BPJS, Antara Transparansi Proses dan Taruhan Dana Rakyat Rp1.000 Triliun

Namun, respons Menko Airlangga tarif Trump menunjukkan bahwa Indonesia telah menyiapkan langkah mitigasi. Menurut Airlangga, Indonesia memiliki waktu ratifikasi selama 60 hari untuk memastikan kesepakatan bilateral tetap berjalan sesuai rencana awal.

Upaya Diplomasi Menko Airlangga Hadapi Kebijakan Trump

Pemerintah tidak tinggal diam melihat perubahan aturan bea masuk di Negeri Paman Sam tersebut. Menko Airlangga terus menjalin komunikasi intensif dengan perwakilan dagang Amerika Serikat (USTR). Fokus utama diplomasi ini adalah mempertahankan tarif 0 persen untuk komoditas strategis.

Beberapa poin utama dalam respons Menko Airlangga tarif Trump meliputi:

  • Mendorong implementasi tarif nol persen untuk produk pertanian.

  • Memastikan sektor tekstil dan pakaian jadi (apparel) tetap kompetitif.

  • Memanfaatkan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ) untuk melindungi volume ekspor.

Baca Juga :  Warga Australia Penyelundup 1,7 Kg Kokain di Bali Divonis 12 Tahun Penjara

Airlangga menjelaskan bahwa perjanjian bilateral yang ada memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha di Indonesia. Oleh karena itu, para eksportir diharapkan tidak panik menghadapi perubahan regulasi di Washington.

Produk Unggulan RI yang Tetap Aman dari Tarif Global

Meskipun tarif umum dipatok 10 persen, sejumlah produk Indonesia mendapatkan perlakuan khusus. Hal ini merupakan hasil negosiasi panjang yang dilakukan oleh tim ekonomi di bawah arahan Presiden Prabowo dan Menko Airlangga.

Berikut adalah daftar komoditas yang tetap diupayakan mendapat tarif 0 persen:

  1. Minyak kelapa sawit (CPO).

  2. Kopi dan Kakao.

  3. Produk karet dan rempah-rempah.

  4. Komponen elektronik dan semikonduktor.

Selain itu, pemerintah juga menjamin bahwa komoditas impor dari AS seperti gandum dan kedelai akan dijaga stabilitas harganya. Hal ini dilakukan agar industri pangan dalam negeri, seperti produksi tahu dan tempe, tidak terganggu oleh fluktuasi kebijakan internasional.

Baca Juga :  Trump Abaikan Hukum Internasional Dalam Kebijakan Luar Negeri PBB Mulai Khawatir

Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian

Selain fokus pada ekspor, respons Menko Airlangga tarif Trump juga mencakup penguatan ekonomi domestik. Pemerintah berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari volatilitas pasar global.

Langkah ini penting karena kebijakan fiskal Amerika sering kali berdampak pada aliran modal di negara berkembang. Dengan koordinasi yang solid, pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di jalur yang positif meskipun tantangan global semakin kompleks.

Kesimpulannya, Indonesia telah berada di posisi yang cukup aman berkat langkah antisipatif yang diambil sejak dini. Pemerintah akan terus mengawal proses ratifikasi perjanjian dagang agar kepentingan nasional tetap terlindungi sepenuhnya.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB