Retak di Kursi Pemerintahan, Wabup Tulungagung Mengaku Tak Pernah Diajak Bahas APBD

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 1 Oktober 2025 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Tulungagung

Wabup Tulungagung

Isu kerenggangan hubungan antara Wabup Tulungagung, Ahmad Baharudin, dan Bupati Gatut Sunu yang beredar di masyarakat kini semakin memanas dan menjadi viral. Wabup Baharudin secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan strategis, termasuk penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kekisruhan ini mencuat ke publik setelah Wabup Baharudin dalam beberapa kesempatan memberikan pernyataan yang mengindikasikan bahwa ia hanya “pelengkap” dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menegaskan, pengabaian ini bukan sekadar opini, melainkan pengalaman nyata yang ia rasakan.

“Dalam penentuan kebijakan, terutama terkait APBD, saya tidak pernah diajak duduk bersama. Bahkan untuk dokumen APBD, saya hanya diberikan setelah semua selesai. Padahal, secara etika dan moral, seharusnya ada komunikasi dan kolaborasi,” ujar Baharudin, Senin (29/09/2025).

Baca Juga :  Amanat Hutan Adat Indonesia: Janji Baru Pemerintah, Skeptisisme Menguat

Hubungan yang tidak harmonis ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan elemen aktivis daerah. Ratusan warga yang tergabung dalam berbagai aliansi sempat menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan kantor DPRD Tulungagung, menuntut agar kedua pemimpin daerah tersebut segera memperbaiki komunikasi demi kepentingan publik.

Isu Kebijakan dan Etika Pemerintahan

Pakar hukum tata negara dari Universitas Brawijaya, Dr. Irfan Hakim (nama samaran), menjelaskan bahwa secara hukum, kepala daerah (Bupati) memang memiliki kewenangan penuh dalam merencanakan pembangunan. Namun, mengabaikan wakil kepala daerah dalam proses pengambilan keputusan dinilai melanggar etika pemerintahan yang baik.

“Secara aturan administrasi, Bupati memang wajib merencanakan pembangunan. Keterlibatan Wakil Bupati bukan syarat wajib. Tetapi, ini adalah soal etika. Pemerintah yang efektif harus menjalankan prinsip kolektif-kolegial. Konflik ini bisa menghambat pelayanan publik,” jelas Dr. Irfan.

Baca Juga :  Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Berlaku 1 Desember 2025

Dampak dari ketidakharmonisan ini dikhawatirkan mempengaruhi kinerja daerah. Apalagi, APBD Tulungagung untuk tahun 2026 dikabarkan mengalami defisit signifikan, yang menuntut adanya sinergi kuat dari seluruh unsur pimpinan daerah.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Gatut Sunu belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Wabup Tulungagung yang menjadi viral. DPRD Tulungagung sendiri telah menerima aspirasi masyarakat dan berjanji akan segera memfasilitasi pertemuan mediasi antara Bupati dan Wakil Bupati untuk mengakhiri perselisihan yang merugikan masyarakat ini.

Berita Terkait

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat
Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan
Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026
THR ASN Kapan Cair Kata Purbaya? Ini Bocoran Jadwal Lengkapnya
Bupati Kuningan Dorong Camat Percepat Penagihan PBB Demi Target PAD 2026
Farhan Bangga, Siswa SD Bandung Natanael Raih Juara Dunia Olimpiade Sains Di Amerika Serikat

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Minggu, 12 April 2026 - 11:14 WIB

Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:08 WIB

Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:29 WIB

Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:27 WIB

Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB