Revolusi Energi Abad 21: Kekuatan Global Bergeser dari Minyak ke Baterai dan Data

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 25 November 2025 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minyak

Minyak

Analisis oleh Prof. Dr. Tan Hoang Phuc asal vietnam menegaskan bahwa Revolusi Energi Abad ke-21 telah dimulai, ditandai pergeseran kekuatan ekonomi global dari sektor minyak ke teknologi listrik dan data. Jika abad ke-20 didominasi oleh minyak dan mekanisasi, abad ini didominasi oleh era kecerdasan buatan dan bahan baru.

Batubara pernah menjadi “emas hitam” dan dasar Revolusi Industri, sebelum minyak mengambil alih posisi strategis sejak Perang Dunia I sebagai bahan bakar perang modern. Minyak memiliki kepadatan energi tinggi dan mudah diangkut, yang menjadi prasyarat utama kekuatan nasional di abad ke-20.

Abad ke-21 menyaksikan gelombang Transisi Energi baru, di mana Amazon menjadi pembeli energi terbarukan terbesar di dunia dengan 600 proyek surya dan angin. Tesla menyebarkan sistem penyimpanan energi Megapack, sementara Microsoft dan Google fokus pada aplikasi AI untuk operator smart grid.

Baca Juga :  Gagal Penuhi Komitmen Produksi Lokal, Neta Terancam Digugat Pemerintah Thailand

Perubahan ini memaksa korporasi minyak besar untuk mengubah peran, beralih dari sekadar produsen bahan bakar menjadi produsen bahan baku dan material sintetis. Dulu minyak adalah ‘bahan bakar’, kini ia mentransformasi diri menjadi ‘bahan baku’ untuk industri bernilai tinggi, seperti carbon fiber dan polimer, katanya.

Proses global ini menghadapi tantangan besar terkait biaya ekstraksi litium dan risiko lingkungan, namun membuka peluang signifikan bagi Vietnam. Negara tersebut memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan dan transportasi hijau untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.

Transformasi energi tidak hanya masalah teknologi, tetapi soal kemampuan kreatif yang dapat menjadikan Vietnam penghubung penting dalam peta energi baru dunia. Keberhasilan Vietnam mengadopsi tren ini akan menentukan seberapa jauh negara tersebut mampu memanfaatkan momentum Revolusi Energi Abad ke-21.

Baca Juga :  PDC World Darts Championship 2025/26 Turnamen Dart Terbesar di London Dimulai

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB