Revolusi eVTOL Dimulai, Toyota dan Xpeng Rebut Pasar Langit $28,9 Miliar

icon berita mobile

- Penulis Berita

Sabtu, 8 November 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil terbang muncul di stan pameran Toyota di pameran mobil Jepang.

Mobil terbang muncul di stan pameran Toyota di pameran mobil Jepang.

Revolusi mobil terbang (eVTOL) kini memasuki fase komersialisasi, ditandai langkah Xpeng memulai produksi massal dan Toyota memamerkan Joby S4 di Japan Mobility Show 2025. Para raksasa otomotif ini berebut “kue” pasar mobil terbang yang diprediksi Precedence Research mencapai $28,9 miliar pada 2035.

Pasar mobil terbang global kini menjadi magnet investasi baru, dengan laporan IMARC Group menyebut nilainya sudah $13,3 miliar tahun lalu. Kehadiran Joby Aviation S4 di stan Toyota pada JMS 2025 menegaskan keseriusan pabrikan tradisional Jepang itu dalam menggarap segmen taksi terbang perkotaan.

Toyota tidak sendiri, Xpeng di China juga mengumumkan pengiriman pertama mobil terbang modular “Land Carrier” yang siap diproduksi massal. Pasar eVTOL ini juga diramaikan pemain besar lain seperti Archer Aviation Midnight dan Lilium Jet yang mengembangkan teknologi baling-baling unik untuk mobilitas udara.

Baca Juga :  Invasi BYD Racco Picu Kewaspadaan Suzuki di Segmen Kei-Car Jepang

Keterlibatan Toyota dan Xpeng dalam industri mobil terbang ini, menurut pengamat, menandai pergeseran fundamental dari sekadar konsep fiksi ilmiah menjadi realitas industri baru. Kehadiran Vingroup di Vietnam yang membentuk Vinspace JSC untuk produksi pesawat juga menunjukkan bahwa perlombaan menguasai langit perkotaan kini menjadi agenda strategis di Asia, katanya.

Meski revolusi mobil terbang (eVTOL) tampak menjanjikan, tantangan terbesar masih terletak pada jangkauan baterai, kecepatan pengisian daya, dan jaminan keselamatan. Risiko tabrakan di langit perkotaan yang padat serta ketinggian terbang yang rendah menuntut pengembangan teknologi otonom (self-driving) yang sangat canggih dan teruji.

Masa depan mobil terbang kini berada di persimpangan antara optimisme pasar miliaran dolar dan realitas regulasi keselamatan yang ketat. Keberhasilan komersialisasi taksi terbang perkotaan ini akan sangat bergantung pada kemampuan produsen meyakinkan publik bahwa teknologi eVTOL mereka benar-benar aman digunakan.

Baca Juga :  Eksodus 491.000 Turis China Ancam Industri Pariwisata Jepang

Berita Terkait

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar
Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia
Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI
Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal
Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?
Interior BYD Racco EV Resmi Terungkap, Bawa Standar Baru Kei Car
Nissan Gravite Meluncur di India sebagai Mobil Keluarga 7-Seater Terbaru
Varian Baru BMW X3 30 xDrive M Sport Pro Meluncur 16 Februari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:10 WIB

Mobil Listrik di China 2040 Diprediksi Capai 90 Persen Pangsa Pasar

Jumat, 10 April 2026 - 20:17 WIB

Bocoran Mobil Baru Chery yang Meluncur Sebentar Lagi di Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:07 WIB

Mobil Listrik China Jakarta-Yogya Sekali Ngecas Segera Dijual di RI

Senin, 23 Maret 2026 - 21:24 WIB

Strategi Mobil Listrik Mercedes-Benz dan Volkswagen di China: Bertahan dari Gempuran Lokal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:43 WIB

Mengenal Perakitan Mobil CKD dan CBU, Apa Bedanya?

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB