Rupiah Dibuka Stabil di Level Rp16.750 per Dolar AS, Pasar Masih Tunggu Arah Sentimen

icon berita mobile

- Penulis Berita

Senin, 22 Desember 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah memulai perdagangan awal pekan dengan pergerakan terbatas. Pada Senin pagi (22/12), mata uang rupiah dibuka di level Rp16.750 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot, mencatat penguatan tipis sebesar satu poin atau sekitar 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pergerakan rupiah yang relatif stabil terjadi di tengah kondisi mata uang Asia yang bergerak bervariasi. Sejumlah mata uang regional menunjukkan penguatan ringan, seperti yen Jepang yang naik sekitar 0,20 persen, baht Thailand menguat 0,04 persen, serta won Korea Selatan yang bertambah 0,02 persen.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya justru tertekan. Peso Filipina tercatat melemah sekitar 0,10 persen, diikuti ringgit Malaysia yang turun 0,05 persen dan dolar Singapura yang terkoreksi pada kisaran yang sama. Di sisi lain, yuan China dan dolar Hong Kong cenderung bergerak datar tanpa perubahan signifikan.

Baca Juga :  Deretan Atlet Indonesia dengan Bonus Fantastis Usai SEA Games 2025

Kondisi serupa juga terlihat pada mata uang utama negara maju. Poundsterling Inggris terpantau melemah sekitar 0,11 persen, sedangkan euro Eropa menguat tipis 0,04 persen. Franc Swiss mencatat penguatan 0,11 persen, dolar Australia naik 0,03 persen, sementara dolar Kanada terkoreksi sekitar 0,01 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Menurutnya, sentimen global cenderung berada pada kondisi risk on, namun belum cukup kuat untuk mendorong penguatan rupiah secara signifikan.

Ia menjelaskan bahwa minimnya rilis data ekonomi menjelang akhir tahun membuat pasar bergerak lebih berhati-hati. Di sisi lain, sentimen domestik masih dibayangi oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, yang berpotensi menahan laju penguatan rupiah.

Baca Juga :  Korban Tewas Akibat Kebakaran Apartemen di Hong Kong Bertambah Jadi 44 Orang

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak terbatas dalam rentang Rp16.650 hingga Rp16.750 per dolar AS, seiring pasar menunggu katalis baru baik dari dalam maupun luar negeri.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB