Rusia resmi meluncurkan kapal selam nuklir generasi baru, Khabarovsk, di galangan kapal Sevmash, Severodvinsk, Sabtu (1/11/2025). Kapal selam ini dirancang khusus sebagai platform peluncur torpedo super Poseidon, senjata yang mampu menciptakan ‘tsunami radioaktif’.
Menteri Pertahanan Andrei Belousov mengumumkan peluncuran ini menandai dimulainya serangkaian uji coba laut dalam berbagai kondisi. Kementerian Pertahanan Rusia menyoroti kapal selam Khabarovsk akan memastikan keamanan perbatasan maritim dan melindungi kepentingan nasional Rusia.
Kapal selam Khabarovsk dilaporkan mampu membawa hingga 12 torpedo Poseidon, yang digambarkan Moskow sebagai “senjata kiamat” nirawak. Poseidon adalah torpedo otonom bertenaga nuklir dengan jangkauan 10.000 km, kecepatan 130 km/jam, dan mampu menyelam hingga kedalaman 1.000 meter.
Ancaman utama torpedo Poseidon terletak pada hulu ledak nuklir 2 megaton yang mampu memicu gelombang tsunami radioaktif saat diledakkan di dekat pantai. Senjata ini secara teori dirancang untuk menghancurkan kota-kota pesisir atau pangkalan angkatan laut musuh secara total.
Peluncuran kapal selam Khabarovsk ini, menurut para analis militer, menandai eskalasi baru dalam perlombaan senjata strategis pasca-Perang Dingin. Fokus Rusia pada senjata asimetris seperti Poseidon menunjukkan pergeseran doktrin dari pertarungan konvensional menuju senjata pemusnah masal yang tak terdeteksi dan tak terhentikan, katanya.
Uji coba kapal selam Khabarovsk oleh Rusia kini menjadi sorotan global, memaksa negara-negara NATO untuk mengevaluasi ulang sistem pertahanan bawah laut mereka. Kehadiran torpedo Poseidon di lautan mengubah kalkulasi strategis pencegahan nuklir, membawa dunia ke era baru ketidakpastian maritim yang mengkhawatirkan.






