Kampanye “TOSS TBC” di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Bundaran HI Jakarta, Minggu (9/11/2025), diwarnai peringatan serius mengenai ancaman Tuberkulosis (TB) tanpa gejala. Pakar kesehatan paru Prof. Tjandra Yoga Aditama mendesak kampanye di ruang publik seperti CFD Jakarta difokuskan untuk menyadarkan bahaya TB tanpa gejala, yang diduga menjadi sumber utama penularan.
Tjandra Yoga Aditama menyebut temuan kasus TB tanpa gejala bisa mencapai separuh dari total kasus bergejala yang ditemukan. “Analisis data penelitian dari 14 negara di Asia dan Afrika menunjukkan dugaan bahwa sekitar dua per tiga penularan TB di dunia terjadi dari kasus TB tanpa gejala ini,” kata dia.
Karena pasien TB tanpa gejala tidak merasa sakit dan tidak akan datang berobat, satu-satunya cara menemukan mereka adalah melalui skrining aktif yang seksama di seluruh pelosok negeri. Di Jakarta, Dinas Kesehatan DKI telah menemukan 46.308 kasus Tuberkulosis baru hingga Oktober 2025, dengan 90 persen di antaranya sudah memulai pengobatan.
Upaya skrining TB tanpa gejala ini, menurut Tjandra, krusial untuk memutus rantai penularan yang selama ini tersembunyi dan tidak terdeteksi oleh sistem kesehatan pasif. Kampanye di CFD Jakarta menjadi langkah awal yang penting untuk menjangkau populasi urban yang sibuk, sekaligus mendukung program eliminasi TB yang menjadi bagian dari Astacita nasional, katanya.
Pemerintah pusat sendiri menggelar “Kampanye TOSS TBC: Temukan-Obati-Sampai Sembuh” serentak di delapan provinsi, termasuk di area HBKB Bundaran HI Jakarta. “Kami menyambut baik kegiatan ini dan diharapkan dapat menjadi pemicu peningkatan program eliminasi TB yang jadi salah satu bagian dari Astacita,” ujar Tjandra.
Peringatan mengenai TB tanpa gejala di CFD Jakarta ini mengubah peta perang melawan Tuberkulosis di Indonesia dari strategi pasif menunggu pasien, menjadi proaktif memburu kasus tersembunyi. Keberhasilan eliminasi TB nasional kini bergantung pada keseriusan pemerintah dalam melakukan skrining aktif untuk menemukan para penular diam-diam di tengah masyarakat.






