SMK Go Global Disiapkan, Pemerintah Target 500 Ribu PMI Lulusan SMK

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 24 Oktober 2025 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Istimewa)

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Istimewa)

Pemerintah meluncurkan program SMK Go Global untuk menyiapkan 500 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil. Target ambisius ini diumumkan Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta, Jumat (24/10/2025), sebagai langkah strategis merespons tingginya peluang kerja teknis di luar negeri.

Program SMK Go Global ini digagas bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk meningkatkan daya saing global lulusan SMK. “Kita siapkan agar ada 500 ribu PMI lulusan SMK yang bisa kerja di luar negeri,” kata Muhaimin Iskandar, seraya menyebut peluang besar masih terbuka di sektor spesifik seperti pengelasan bawah laut.

Muhaimin menjelaskan program ini fokus pada perencanaan karir sejak dini, dengan penekanan khusus pada penguasaan bahasa asing sejak semester pertama. “Solusi jangka menengahnya adalah agar SMK-SMK membuat perencanaan bagi calon siswanya yang sejak awal memang mau bekerja di luar negeri. Sehingga aspek bahasa menjadi kebutuhan dasar sejak semester pertama,” katanya.

Baca Juga :  Simulasi TKA SD dan SMP 2026, Cara Latihan Soal dan Tips Sukses

Program SMK Go Global ini, menurut Muhaimin, dirancang untuk memutus mata rantai PMI non-prosedural yang selama ini rentan eksploitasi karena minimnya keterampilan dan penguasaan bahasa. Dengan membekali kompetensi teknis dan bahasa sejak di bangku sekolah, pemerintah tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi duta bangsa yang profesional dan bermartabat di kancah global, ujarnya.

Untuk mendukung desain talenta ini, pemerintah ingin SMK tidak hanya fokus pada Bahasa Inggris, tetapi juga bahasa lain yang dibutuhkan pasar kerja global. “Kita ingin SMK memiliki bahasa kedua selain Bahasa Inggris, juga Bahasa Jepang, Bahasa Korea. Jadi desain talenta ini dipersiapkan sejak calon siswa sampai menjadi lulusan SMK dengan perencanaan yang matang,” katanya.

Baca Juga :  Petinggi Negara Hadiri HUT TNI ke-80, Tunjukkan Soliditas dan Dukungan Penuh

Langkah masif mengirim 500 ribu tenaga kerja terdidik ke luar negeri ini menjadi pertaruhan besar bagi masa depan vokasi Indonesia. Keberhasilan program SMK Go Global tidak hanya akan diukur dari serapan tenaga kerja, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan remitansi devisa dan transfer teknologi sekembalinya mereka ke tanah air.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB