Industri otomotif Eropa kembali berada di bawah sorotan setelah CEO Stellantis, Antonio Filosa, menyampaikan peringatan keras terkait arah kebijakan terbaru Uni Eropa. Menurutnya, paket kebijakan otomotif yang baru diumumkan berpotensi menghambat pertumbuhan industri dan mengancam keberlanjutan investasi produsen mobil di kawasan tersebut.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Filosa menilai kebijakan Komisi Eropa belum memberikan solusi konkret untuk mengembalikan industri otomotif Eropa ke jalur pertumbuhan. Ia menekankan bahwa tanpa prospek pertumbuhan yang jelas, perusahaan otomotif akan kesulitan membenarkan investasi jangka panjang di wilayah tersebut.
Filosa menyebut persaingan global yang semakin ketat, terutama dari produsen mobil China, sebagai tantangan besar yang belum dijawab secara memadai oleh kebijakan Uni Eropa. Selain itu, hambatan perdagangan serta ketidakpastian regulasi dinilai semakin melemahkan kepercayaan pelaku industri terhadap masa depan sektor otomotif Eropa.
Menurut Stellantis, kurangnya kepastian kebijakan dapat berdampak langsung pada kemampuan perusahaan membangun rantai pasok yang berkelanjutan dan tangguh. Padahal, rantai pasok tersebut merupakan fondasi penting bagi penciptaan lapangan kerja, stabilitas ekonomi, serta keamanan industri di Eropa.
Kekhawatiran ini muncul di tengah perdebatan internal Uni Eropa terkait keputusan untuk mencabut rencana larangan penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal mulai 2035. Kebijakan tersebut memicu perpecahan di kalangan produsen otomotif. Sebagian menilai langkah ini sebagai pelonggaran yang realistis, sementara pihak lain menganggapnya sebagai sinyal ketidakkonsistenan dalam transisi menuju kendaraan listrik.
Dalam pernyataan resminya, Stellantis menyebut paket kebijakan terbaru masih mengabaikan sejumlah isu mendasar. Salah satunya adalah ketiadaan peta jalan yang jelas untuk kendaraan niaga ringan, serta minimnya fleksibilitas terhadap target emisi mobil penumpang pada 2030. Kondisi ini dinilai berpotensi mengurangi daya tarik Eropa sebagai tujuan investasi industri otomotif global.
Filosa menegaskan bahwa tanpa penyesuaian kebijakan yang lebih jelas dan pro-pertumbuhan, Eropa berisiko tertinggal dalam persaingan industri otomotif global yang kini bergerak sangat cepat menuju efisiensi, teknologi baru, dan skala produksi besar.






