Viral Mobil Sultan HB X Tanpa Pengawalan, Tahta untuk Rakyat di Jalanan

icon berita mobile

- Penulis Berita

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Mobil Sultan HB X Tanpa Pengawalan

Viral Mobil Sultan HB X Tanpa Pengawalan

Sebuah video di media sosial mendadak viral. Rekaman itu memperlihatkan mobil dinas Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X), yang dengan tertib berhenti di lampu lalu lintas merah. Menariknya, mobil tersebut melaju tanpa pengawalan Patwal (Patroli dan Pengawalan) polisi. Namun, di momen yang sama, muncul rombongan kendaraan lain yang diduga adalah pejabat dengan pengawalan ketat, bahkan melawan arus, menyalip mobil sang Sultan.

Momen ini sontak menjadi perbincangan hangat warganet. Peristiwa ini bukan sekadar insiden di jalan, melainkan sebuah pertunjukan kontras yang menyoroti etika berkendara para pejabat publik. Di satu sisi, ada pemimpin yang menunjukkan ketaatan pada aturan, dan di sisi lain, ada rombongan yang tampak mengabaikan tata tertib lalu lintas. Video ini menegaskan kembali prinsip “Tahta untuk Rakyat” yang dipegang teguh oleh Sri Sultan HB X.

Momen Viral Mobil Sultan HB X Tanpa Pengawalan Jadi Sorotan

Peristiwa viral ini terjadi saat Sri Sultan HB X sedang dalam perjalanan pendampingan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di wilayah Gunungkidul, DIY, pada Rabu (8/10/2025). Mobil Lexus hitam berpelat nomor AB 10 HBX, yang merupakan kendaraan dinas Sultan, terlihat berhenti menunggu lampu hijau bersama kendaraan masyarakat lainnya.

Baca Juga :  Prabowo Kumpulkan Menteri dan Pejabat Eselon I ke Istana, Ada Apa?

Koordinator Substansi Bagian Humas Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, membenarkan bahwa mobil tersebut adalah milik Sri Sultan HB X. Ia menjelaskan bahwa momen tersebut terjadi di tengah-tengah kegiatan pendampingan kunjungan menteri. Hal ini merupakan bagian dari kebiasaan Ngarsa Dalem, sebutan untuk Raja Ngayogyakarta, yang memang dikenal jarang menggunakan Patwal dalam perjalanan sehari-hari atau kunjungan kerja.

Filosofi di Balik Sri Sultan HB X Tanpa Patwal

Kebiasaan Sri Sultan HB X untuk berkendara tanpa pengawalan ketat bukanlah hal baru. Ini adalah cerminan dari filosofi kepemimpinan yang ia pegang teguh. Dalam konteks viral ini, sikap Viral Mobil Sultan HB X Tanpa Pengawalan saat berhenti di lampu merah menunjukkan bahwa tahta dan jabatan tidak lantas membuat seorang pemimpin merasa berhak mendapat perlakuan istimewa di jalan umum. Beliau memilih untuk tunduk pada aturan lalu lintas, sama seperti rakyatnya.

Baca Juga :  Jadwal Resmi Kapan Balap Mandalika Kembali Digelar 2026?

Seorang warga Gunungkidul yang melihat langsung kejadian ini memberikan kesaksian. Menurutnya, tindakan Sultan adalah teladan yang baik. Dengan tidak menggunakan Patwal, Sri Sultan HB X menunjukkan bahwa Yogyakarta adalah daerah yang aman dan nyaman. Ini juga memperlihatkan bahwa “Tahta untuk Rakyat” tidak hanya berlaku dalam kebijakan, tetapi juga dalam ritme berkendara di jalanan yang harus sesuai dengan kehendak dan aturan yang berlaku bagi masyarakat umum.

Kontras, Rombongan Pejabat Ber-Patwal Melawan Arus

Sementara mobil Sri Sultan HB X menaati aturan dengan berhenti, rekaman video menunjukkan kontras yang mencolok. Dari arah kanan, melintas iring-iringan kendaraan rombongan pejabat yang diduga melawan arus dengan pengawalan polisi. Mereka menggunakan sirene dan strobo (yang sering disebut “tot-tot wuk-wuk”) untuk meminta prioritas di jalan, bahkan saat lampu lalu lintas sedang merah bagi mereka.

Baca Juga :  Melindungi Hak Cipta di Cloud Storage, Studi Kasus Layanan Anti-Pembajakan Pellonia di Google Drive

Peristiwa ini kembali memantik diskusi publik mengenai hak prioritas di jalan raya. Meskipun undang-undang memang mengatur pihak-pihak yang berhak mendapat prioritas, penggunaan Patwal dan sirene yang berlebihan, apalagi sampai melanggar lampu merah atau melawan arus, seringkali menimbulkan ketidaknyamanan dan kritik dari masyarakat.

Fenomena ini mengingatkan kita bahwa aturan berlaku untuk semua. Di satu sisi, seorang pemimpin tertinggi daerah memberikan contoh ketaatan, namun di sisi lain, ada pejabat lain yang justru mempertontonkan seolah-olah mereka kebal aturan. Kejadian Viral Mobil Sultan HB X Tanpa Pengawalan yang disalip Patwal ini menjadi kritik sosial yang tajam terhadap etika berkendara para pejabat publik di Indonesia. Hal ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi pihak berwenang terkait penggunaan fasilitas pengawalan di jalan raya.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB