Sebuah insiden perpeloncoan yang melibatkan mahasiswa baru di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, menjadi viral di media sosial. Aksi yang dinilai tidak pantas ini menuai kecaman publik dan berujung pada sanksi tegas dari pihak rektorat.
Insiden ini pertama kali terungkap setelah beredarnya video yang menampilkan kegiatan orientasi mahasiswa baru oleh salah satu himpunan mahasiswa (Hima) di Fakultas Pertanian. Dalam video tersebut, terlihat adanya adegan di mana mahasiswa baru dipaksa untuk mencium kening sesama teman mereka di hadapan senior. Aksi ini cepat menyebar dan memicu reaksi keras, terutama karena dinilai melanggar norma kesopanan dan mengandung unsur pelecehan non-fisik.
Ketua Hima berinisial ‘A’ dan beberapa panitia pelaksana kegiatan kini telah dipanggil dan diperiksa oleh pihak rektorat dan dekanat. Berdasarkan hasil investigasi internal, pihak kampus membenarkan adanya pelanggaran berat terhadap peraturan dan etika kegiatan mahasiswa.
“Kami mengambil langkah tegas. Setelah rapat pimpinan, diputuskan bahwa Himpunan Mahasiswa yang bersangkutan dibekukan kegiatannya selama satu tahun akademik,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsri, Dr. Budi Setiawan (nama samaran), dalam konferensi pers, Selasa (30/09/2025).
Selain pembekuan organisasi, beberapa senior yang terlibat langsung dalam perpeloncoan tersebut juga terancam sanksi akademik, mulai dari skorsing hingga potensi Drop Out (DO), tergantung tingkat keterlibatan dan dampak yang ditimbulkan.
Dr. Budi menambahkan bahwa Unsri secara konsisten menolak segala bentuk kekerasan, perpeloncoan, dan kegiatan yang merendahkan martabat manusia dalam kegiatan kemahasiswaan. Pihak kampus juga berkomitmen untuk terus mengawasi dan membina organisasi mahasiswa agar menjalankan program yang edukatif dan positif.
“Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen kampus. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan memastikan bahwa hal serupa tidak akan terulang,” tutupnya.






