Waspada Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026, BMKG Petakan Wilayah Rawan dan Langkah Mitigasi

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cuaca

Ilustrasi Cuaca

Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi mobilitas masyarakat. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa periode Idulfitri tahun ini bertepatan dengan masa musim hujan.

Berdasarkan data per 25 Februari 2026, curah hujan pada bulan Februari hingga Maret diperkirakan tetap tinggi di sejumlah wilayah krusial, terutama Jawa Barat dan Jawa Tengah yang menjadi rute utama pemudik.

Selain itu, wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah juga masuk dalam zona waspada dengan curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi.

Meski demikian, intensitas hujan diprakirakan mulai melandai pada sepuluh hari terakhir bulan Maret atau di penghujung periode Lebaran.

Baca Juga :  Tembok SMPN 182 Jakarta Roboh Timpa Area Sekolah, Begini Situasinya

Menanggapi risiko tersebut, BMKG mendorong langkah mitigasi terpadu melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi ini akan dilakukan secara situasional berdasarkan kebutuhan di lapangan dan pertimbangan ilmiah untuk mengurangi potensi gangguan cuaca selama puncak arus mudik.

Pemerintah daerah dengan tingkat risiko bencana tinggi pun diminta segera berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG. Selain itu, BMKG berkomitmen memantau kondisi atmosfer secara berkelanjutan dan akan menyurati kepala daerah secara langsung jika terdapat ancaman siklon tropis agar langkah antisipasi dapat diambil lebih awal demi keselamatan warga.

Guna mendukung kelancaran perjalanan di berbagai sektor, BMKG menyiagakan layanan informasi digital yang terintegrasi di seluruh lini transportasi.

Pemudik jalur udara dapat memantau sistem Ina SIAM, sementara pemudik jalur laut didukung oleh sistem InaWIS. Untuk jalur darat, BMKG menyediakan Digital Weather for Traffic yang informasinya disebar melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi, hingga layar monitor di sejumlah ruas tol.

Baca Juga :  Peringatan Gempa BMKG, Guncangan Terasa di Kantor Gubsu Medan hingga Silangit

Sebanyak 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 38 provinsi disiagakan selama 24 jam penuh untuk memastikan masyarakat mendapatkan data cuaca yang akurat, real-time, dan dapat diandalkan sebagai panduan perjalanan menuju kampung halaman.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB