Zona Anomali Atlantik Selatan Terus Meluas, Tantangan Baru bagi Satelit di Orbit Bumi

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 15 Oktober 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zona Anomali Atlantik Selatan Terus Meluas, Tantangan Baru bagi Satelit di Orbit Bumi

Zona Anomali Atlantik Selatan Terus Meluas, Tantangan Baru bagi Satelit di Orbit Bumi

Para ilmuwan menemukan bahwa Zona Anomali Atlantik Selatan (SAA) wilayah di mana medan magnet Bumi melemah secara tidak biasa terus berkembang pesat sejak satu dekade terakhir. Fenomena ini kini menjadi perhatian dunia sains karena berpotensi memengaruhi satelit dan misi ruang angkasa yang melintas di atasnya.

Menurut laporan Phys.org (13 Oktober 2025), tim peneliti dari Universitas Teknik Denmark menggunakan data selama 11 tahun dari konstelasi satelit Swarm milik European Space Agency (ESA). Hasil analisis menunjukkan, sejak 2014, luas area SAA meningkat sekitar 25 persen setiap tahun, dengan pergeseran rata-rata 22,5 kilometer ke arah barat. Perubahan tersebut kini mencakup wilayah hampir setengah ukuran Eropa.

Baca Juga :  OpenAI Menyalakan 'Peringatan Merah' Setelah ChatGPT Disusul oleh Gemini

SAA pertama kali teridentifikasi pada abad ke-19 di tenggara Amerika Selatan sebagai area dengan medan magnet lemah. Kini, wilayah itu menjadi titik rawan bagi satelit yang melintas karena paparan radiasi tinggi dapat mengganggu perangkat keras, bahkan memicu kerusakan sistem penting. Data terbaru Swarm juga memperlihatkan bahwa sejak 2020, pelemahan medan magnet di bagian selatan Afrika terjadi lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Pemimpin riset, Prof. Chris Finlay, menjelaskan bahwa perubahan ini berkaitan dengan interaksi kompleks di batas antara inti luar Bumi yang cair dan lapisan batuan padat di atasnya. Biasanya, garis medan magnet keluar dari inti di belahan selatan, tetapi di bawah area SAA terdapat pola aliran yang berbalik arah ke inti, menciptakan gangguan pada kekuatan magnet di kawasan tersebut. “Salah satu area anomali kini bergerak ke barat melintasi Afrika dan mempercepat pelemahan di wilayah itu,” jelas Finlay.

Baca Juga :  Teka-teki Catur Vitaly Chekhover, Saat Superkomputer Gagal Menemukan Jawaban

Misi Swarm, yang diluncurkan pada 22 November 2013, terdiri dari tiga satelit identik yang mampu mengukur sinyal magnetik dengan presisi tinggi dari inti Bumi, kerak, lautan, hingga ionosfer. Data yang dihasilkan membantu ilmuwan memahami penyebab medan magnet melemah di satu tempat dan menguat di tempat lain — pengetahuan yang penting untuk sistem navigasi, komunikasi, dan mitigasi risiko cuaca luar angkasa.

Menurut NASA, SAA sering disebut sebagai “sarang ayam ruang angkasa” — zona di mana satelit seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menghadapi gangguan radiasi tinggi ketika melintas di orbit rendah. Kondisi ini dapat memperpendek umur perangkat, memicu malfungsi sistem elektronik, atau membuat sensor sementara dinonaktifkan.

Baca Juga :  Apple M5 Diuji: CPU Tertinggal, GPU Tampil Lebih Meyakinkan

Temuan terbaru ini menjadi peringatan bahwa medan magnet Bumi bersifat dinamis dan terus berubah. Memahami pola pergerakan SAA sangat penting agar industri antariksa dapat menyesuaikan desain dan perlindungan teknologi mereka di masa depan.

Berita Terkait

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?
Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung
Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang
Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif
Samsung Berhasil Uji Coba Teknologi Jaringan 6G Terbaru
Robot Penari di Beijing, Bukti Nyata Pesatnya Kemajuan Teknologi Tiongkok
Harga Samsung Galaxy A55 5G, HP Mid-Range Premium dengan Performa Kencang

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:18 WIB

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:13 WIB

Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:07 WIB

Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:06 WIB

Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:35 WIB

Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB