Jenis Garam Beragam, Yodium Jadi Kunci Garam Paling Sehat

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 21 Oktober 2025 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garam (Freepik)

Garam (Freepik)

Garam menjadi bumbu vital di Indonesia, namun ternyata memiliki banyak jenis dengan kandungan mineral berbeda. Memahami perbedaan jenis garam penting agar masyarakat dapat memilih sesuai kebutuhan tubuh dan menghindari risiko kesehatan.

Garam meja adalah jenis paling umum yang telah diperkaya yodium untuk mencegah gangguan tiroid, sementara garam laut dari penguapan air laut masih menyimpan mineral alami seperti kalium. Selain itu, terdapat Garam Himalaya berwarna merah muda yang populer karena diklaim mengandung 84 jenis mineral, termasuk zat besi.

Jenis garam lain yang lebih spesifik mencakup garam kosher bertekstur kasar, garam Celtic yang lembap, hingga garam kala namak (black salt) yang beraroma belerang khas. Namun, penting dicatat bahwa Garam Epsom (magnesium sulfat) sama sekali bukan untuk konsumsi, melainkan untuk relasi tubuh dan perawatan kulit.

Baca Juga :  Kotagede Yogyakarta Sukses Raih Reduksi Sampah Transporter

Pemilihan jenis garam ini, menurut pakar gizi, seringkali terjebak antara tren kesehatan yang mempromosikan mineral alami dan kebutuhan dasar kesehatan masyarakat akan yodium. Meskipun garam ‘eksotis’ seperti Himalaya menawarkan mineral tambahan, fungsinya tidak dapat menggantikan peran vital yodium yang sengaja ditambahkan pada garam meja untuk proteksi tiroid, katanya.

Menurut Iodine Global Network, status garam paling sehat tetap diberikan pada garam yang mengandung yodium, karena mineral ini krusial untuk fungsi tiroid. Meski demikian, konsumsi garam jenis apapun tetap harus dibatasi secara ketat agar tidak meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan jantung.

Maraknya beragam jenis garam di pasaran mencerminkan kesadaran konsumen yang makin tinggi terhadap asupan mineral harian. Keputusan memilih garam kini menjadi pertaruhan antara preferensi rasa, tren kuliner, dan pemenuhan kebutuhan dasar yodium yang esensial bagi kesehatan jangka panjang.

Baca Juga :  World Tourism Day 2025, Bandung Angkat Konsep Wisata Edukatif dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB