Makanan Pengurang Sleep Apnea, Ikan Berlemak Hingga Kenari Direkomendasikan

icon berita mobile

- Penulis Berita

Senin, 27 Oktober 2025 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sleep Apnea (Freepik)

Ilustrasi Sleep Apnea (Freepik)

Penderita sleep apnea dianjurkan memperbaiki pola makan untuk mengurangi gejala henti napas saat tidur, dengan fokus pada makanan berserat tinggi, triptofan, dan melatonin. Mengintegrasikan diet sehat spesifik ini terbukti krusial untuk meningkatkan kualitas tidur dan menekan risiko komplikasi kardiovaskular yang sering menyertai sleep apnea.

Ikan berlemak seperti salmon dan sarden menjadi pilihan utama karena kaya asam lemak omega-3, yang berperan vital mengurangi peradangan di saluran udara. Konsumsi dua kali seminggu dapat membantu melancarkan pernapasan sekaligus menyehatkan jantung, organ yang terbebani akibat sleep apnea. Selain itu, buah ceri segar atau jus ceri murni direkomendasikan karena kandungan melatonin alaminya yang tinggi, hormon penting yang berfungsi mengatur ulang siklus tidur-bangun tubuh.

Baca Juga :  Macan Tutul Turun Gunung, 7 Domba Warga Kuningan Diterkam Hingga Mati

Kenari juga menjadi makanan pengurang sleep apnea yang efektif berkat kombinasi melatonin dan triptofan, asam amino esensial yang memproduksi serotonin. Mengonsumsi sekitar 40 gram kenari setiap hari tidak hanya memperbaiki efisiensi tidur di malam hari tetapi juga terbukti membantu mengurangi rasa kantuk berlebih di siang hari. Sementara itu, alpukat menyediakan magnesium, folat, dan triptofan yang berkontribusi pada relaksasi otot, membantu mengurangi dengkuran atau terengah-engah yang menjadi tanda khas sleep apnea.

Pilihan diet sleep apnea lainnya adalah produk kedelai seperti tahu, susu kedelai, atau edamame yang kaya akan senyawa isoflavon. Penelitian menunjukkan bahwa kadar isoflavon yang tinggi dalam tubuh berkorelasi positif dengan durasi dan kualitas tidur yang lebih optimal. Pengaturan pola makan ini juga harus diimbangi dengan menghindari makanan pemicu inflamasi atau obesitas, yang merupakan faktor risiko utama penyempitan saluran napas.

Baca Juga :  KPK Panggil Rudy Tanoe sebagai Tersangka Korupsi Bansos Beras 2020

Pendekatan diet ini, menurut ahli gizi, menjadi strategi pendukung yang fundamental di samping penggunaan alat bantu napas atau terapi medis lainnya. Mengubah asupan nutrisi secara sadar adalah langkah proaktif untuk mengendalikan faktor risiko metabolik, seperti resistensi insulin dan obesitas, yang seringkali memperburuk kondisi sleep apnea, katanya.

Memasukkan lima jenis makanan pengurang sleep apnea ini ke dalam menu harian merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang vital. Kesadaran akan intervensi nutrisi ini memberi harapan baru bagi penderita untuk memperbaiki kualitas hidup, tidak hanya mengandalkan intervensi mekanis, tetapi juga memulihkan keseimbangan biokimia tubuh secara alami.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB