Sengketa pesanan mobil Tesla Roadster 2018 memicu ‘perang’ baru antara CEO Tesla Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman di platform X. Perseteruan ini dimulai Sam Altman pada 31 Oktober 2025, yang mengeluh belum menerima pengembalian dana setelah 7,5 tahun menunggu.
Sam Altman membagikan bukti tangkapan layar pemesanan Tesla Roadster 2018 senilai $45.000, namun keluhannya soal keterlambatan ditanggapi Musk dengan dingin. “Saya sangat bersemangat dengan mobil dan saya mengerti penundaannya. Tapi 7,5 tahun adalah waktu yang lama untuk menunggu,” tulis Altman.
Elon Musk merespons cepat dengan menyebut Sam Altman lupa fakta bahwa pengembalian dana telah diselesaikan 24 jam kemudian. Elon Musk juga menyerang Sam Altman secara pribadi, “Dia lupa menyebutkan bagian 4, ketika semuanya diselesaikan, dan dia menerima pengembalian dana 24 jam,” tulis Musk, seraya menambahkan, “Dia mencuri organisasi nirlaba,” merujuk pada perubahan OpenAI.
Perseteruan mengenai Tesla Roadster ini, menurut analis, hanyalah puncak gunung es dari konflik lama kedua raksasa teknologi tersebut terkait visi AI. Elon Musk yang merupakan salah satu pendiri OpenAI, kini menentang keras arah komersial Sam Altman yang dinilai mengkhianati misi awal nirlaba demi keuntungan, katanya.
Elon Musk diketahui telah menggugat OpenAI atas dugaan pengkhianatan misi awal, sementara Sam Altman kini dilaporkan sedang merestrukturisasi perusahaan untuk IPO senilai $1 triliun. Sam Altman mengaku pandangannya telah berubah, “Untuk waktu yang lama, saya mengaguminya sebagai pahlawan yang luar biasa, permata kemanusiaan. Sekarang saya memiliki perasaan lain,” katanya.
Sengketa Tesla Roadster ini membuktikan bahwa persaingan di Silicon Valley kini tidak hanya soal produk, tetapi telah menjadi pertarungan visi dan ego personal. Kegagalan Tesla memenuhi pesanan Roadster 2018 menjadi amunisi baru bagi Sam Altman untuk menyerang Elon Musk di tengah perseteruan sengit mereka memperebutkan masa depan AI global.






