Keracunan Massal MBG di Garut, Ratusan Siswa Jadi Korban, Kemenkes Temukan ‘Koktail’ 12 Patogen Berbahaya

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 1 Oktober 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keracunan Massal MBG di Garut

Keracunan Massal MBG di Garut

BERITAMOBILE.COM – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Garut, Jawa Barat, setelah menyantap menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus memanas. Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengejutkan publik setelah mengumumkan temuan ‘koktail’ 12 jenis patogen berbeda dalam sampel makanan dan muntahan korban, yang terdiri dari 8 bakteri, 2 virus, dan 2 zat kimia.

Dinas Kesehatan Garut bahkan telah menetapkan status darurat kesehatan menyusul lonjakan jumlah korban yang mencapai 282 siswa dari berbagai Sekolah Penyelenggara Program Gizi (SPPG). Kasus ini menambah panjang daftar insiden keracunan MBG yang dilaporkan terjadi di lebih dari 6.500 lokasi di seluruh Indonesia sejak awal tahun.

Temuan Kemenkes: 12 Patogen di Balik Keracunan

Juru Bicara Kemenkes, dr. Rina Nuraini, dalam konferensi pers sore tadi, mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan kontaminasi parah pada makanan yang disajikan.

Baca Juga :  Banjir Padarincang Rendam 308 Rumah, Seorang Warga Lansia Meninggal Dunia

“Kami menemukan total 12 agen berbahaya. Delapan di antaranya adalah bakteri, termasuk E. coli dan Salmonella yang tinggi, dua jenis virus penyebab gastroenteritis akut, serta dua zat kimia yang diduga berasal dari pengawet non-pangan,” jelas dr. Rina.

Menurutnya, keberadaan berbagai patogen ini dalam satu sampel menunjukkan adanya kegagalan total dalam rantai sanitasi dan higienitas, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan di dapur sentra, hingga distribusi. “Ini bukan hanya masalah satu bakteri, tapi gabungan banyak kontaminan yang berinteraksi. Inilah yang menyebabkan gejala klinis yang cepat dan parah,” tegasnya.

Gelombang Protes dan Tuntutan Evaluasi Menyeluruh

Insiden ini sontak memicu gelombang protes dari berbagai elemen masyarakat dan aktivis kesehatan. Di Jakarta, sekelompok ibu-ibu yang menamakan diri ‘Aliansi Emak Peduli Gizi’ menggelar aksi di depan Monas, membawa centong dan panci sebagai simbol protes atas buruknya kualitas program MBG.

Baca Juga :  Ada Menu Spesial MBG di Hari Ulang Tahun Prabowo, Apa Isinya?

Direktur Eksekutif Yayasan Konsumen Pangan Indonesia (YKPI), Irwan Sanjaya, mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit higienitas dan sanitasi secara transparan terhadap seluruh Sekolah Penyelenggara Program Gizi (SPPG) dan dapur sentra yang terlibat.

“Sudah terlalu banyak korban. Temuan 12 patogen ini adalah bukti nyata bahwa program ini dijalankan tanpa standar kesehatan yang memadai. Kami menuntut penghentian sementara MBG sampai seluruh SPPG terjamin kebersihannya dan memiliki sertifikasi layak higienis,” ujar Irwan.

Di sisi lain, anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyatakan keprihatinannya dan meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera bertanggung jawab. “Kami butuh penjelasan mengapa standar pengawasan bisa begitu longgar hingga mengakibatkan keracunan massal. Kesehatan anak-anak adalah prioritas, bukan uji coba program,” tutup Irma.

Baca Juga :  UFC 324, Mantan Juara Kelas Menengah Percaya Kemampuan Paddy Pimblett

Saat berita ini diturunkan, ratusan siswa di Garut masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit, sementara pihak kepolisian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi sumber utama kontaminasi tersebut.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB