Polres Lumajang Giatkan Police Goes to School, Tekan Angka Kecelakaan Pelajar

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 1 Oktober 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepolisian Resor (Polres) Lumajang, Jawa Timur, terus meningkatkan upaya menekan tingginya angka kecelakaan di kalangan pelajar. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang secara rutin menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas di berbagai sekolah yang berada di wilayah hukum mereka.

Inisiatif edukasi masif ini dikemas dalam program Polantas Menyapa atau dikenal juga dengan Police Goes to School. Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan persuasif yang dilakukan kepolisian.

Program tersebut dilaksanakan oleh jajaran Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Lumajang. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel, Ipda Yoyok Widarto.

Tujuan utama kegiatan ini sangat jelas: menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak dini kepada para generasi muda.

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Mohamad Syaikhu, menjelaskan bahwa Police Goes to School adalah salah satu metode efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Pendekatan ini dinilai sangat penting.

Menurut AKP Syaikhu, pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus dibekali tidak hanya pengetahuan umum, tetapi juga kesadaran hukum, termasuk di bidang lalu lintas.

Melalui sosialisasi ini, Satlantas Polres Lumajang berharap kesadaran para pelajar terhadap aturan lalu lintas semakin meningkat. Peningkatan kesadaran ini penting untuk menekan angka pelanggaran yang terjadi.

Baca Juga :  Keracunan Massal MBG di Garut, Ratusan Siswa Jadi Korban, Kemenkes Temukan 'Koktail' 12 Patogen Berbahaya

Selain itu, kegiatan ini juga memiliki makna ganda. Pelaksanaannya bertepatan dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara.

Dalam salah satu agenda yang digelar, ratusan siswa-siswi SMA Islam Lumajang terlihat sangat antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Tema yang diangkat dalam pertemuan itu adalah “Tertib Berlalu Lintas untuk Keselamatan Bersama.”

Ipda Yoyok Widarto memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa. Ia menjelaskan betapa pentingnya kedisiplinan dalam berlalu lintas, sesuai dengan kerangka hukum yang berlaku.

Disiplin ini mengacu pada aturan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). UU ini adalah pedoman dasar bagi seluruh pengguna jalan.

Ia menekankan bahwa kelompok usia pelajar tergolong rawan terlibat dalam pelanggaran lalu lintas. Bahkan, tak sedikit pelajar yang justru menjadi korban kecelakaan.

Kondisi tersebut seringkali dipicu oleh kurangnya kesadaran mendasar akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Kami ingin membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya,” ujar AKP Mohamad Syaikhu dalam keterangannya, Selasa (09/09/25).

Baca Juga :  Cara Daftar Petugas Haji 2026 Go.id, Panduan Lengkap dan Syarat Terbaru

Ia menambahkan bahwa melalui program edukasi ini, para siswa dan siswi diharapkan dapat berperan aktif. Mereka harus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah keluarga, dan masyarakat luas.

Dengan terbentuknya kesadaran dan ketaatan berlalu lintas, diharapkan angka pelanggaran dapat ditekan. Imbasnya, korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lumajang juga dapat diminimalisir.

Kanit Kamsel, Ipda Yoyok Widarto, secara tegas memberikan imbauan langsung kepada para peserta sosialisasi. “Kami mengingatkan kepada adik-adik pelajar untuk selalu mengutamakan keselamatan ketika berkendara.”

Pihaknya menyoroti beberapa pelanggaran fatal. “Jangan sampai mengendarai sepeda motor tanpa kelengkapan, apalagi tanpa memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi),” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Selalu gunakan helm SNI, patuhi rambu lalu lintas yang ada, dan jangan melakukan kebut-kebutan di jalanan umum.

“Keselamatan itu sangat penting, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang lain,” lanjutnya, menyoroti aspek tanggung jawab sosial di jalan raya.

Baca Juga :  Guo Junchen Dirumorkan Jadi Korban Selanjutnya yang Meninggal, Agensinya Angkat Bicara

Selain memberikan penyuluhan secara lisan, Polisi Lalu Lintas juga membagikan brosur berisi himbauan tertib berlalu lintas kepada semua pelajar yang hadir. Upaya ini dilakukan agar pesan keselamatan dapat sampai secara berkelanjutan.

Dengan adanya edukasi yang berkelanjutan ini, Satlantas Polres Lumajang menargetkan dua hal krusial. Yakni, menekan angka pelanggaran sekaligus meminimalisir tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Lumajang.

AKP Syaikhu juga turut mengajak seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, partisipasi publik sangat dibutuhkan untuk mendukung program tertib berlalu lintas.

Dukungan tersebut sangat vital demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang kondusif di seluruh Kabupaten Lumajang.

“Kesadaran berlalulintas harus menjadi budaya bersama. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tutupnya. Budaya tertib ini adalah kunci mewujudkan jalan raya yang lebih aman dan teratur di wilayah hukum Polres Lumajang.

Polisi berharap sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan ini akan terus berlangsung. Dengan begitu, terciptalah pelajar sadar lalu lintas yang kelak menjadi pengendara bertanggung jawab.

 

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB