Toyota bZ7, sedan listrik hasil kolaborasi GAC-Toyota di China, kembali menjadi sorotan utama di Guangzhou Motor Show 2025, Kamis (27/11/2025). Mobil listrik ini memiliki dimensi setara Mercedes S-Class, dengan panjang 5,130 mm dan wheelbase mencapai 3,020 mm.
Toyota bZ7 menjadi model GAC-Toyota pertama yang dibekali sistem kokpit HarmonyOS buatan Huawei, menunjukkan ketergantungan Toyota pada superioritas perangkat lunak China. Sedan ini juga ditenagai motor listrik Huawei DriveONE 281 PS dengan penggerak roda belakang.
Mobil ini didukung baterai LFP dari China Aviation Lithium Battery (CALB), dengan kapasitas terbesar 88,13 kWh. Kapasitas ini memungkinkan Toyota bZ7 mencapai jangkauan mengesankan hingga 710 km dalam siklus CLTC.
Langkah Toyota mengintegrasikan motor DriveONE Huawei dan sensor LiDAR Momenta, menurut analis industri, adalah taktik cerdas untuk bertahan di pasar China yang didominasi software-defined vehicles. Kesiapan Toyota mengadopsi teknologi inti dari rival Tiongkok menunjukkan pragmatisme, memilih efisiensi dan teknologi lokal terbaik, alih-alih mengandalkan pengembangan internal yang lambat, katanya.
Toyota bZ7 juga dilengkapi sensor LiDAR di atap untuk fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) dari Momenta. Penggunaan LiDAR ini sangat penting untuk fungsi autonomous driving yang semakin canggih, yang kini menjadi fitur standar di EV kelas atas China.
Debut Toyota bZ7 ini menegaskan bahwa untuk bersaing di segmen EV besar China, pabrikan global harus mengesampingkan ego dan berkolaborasi secara mendalam dengan pemasok teknologi lokal. Perpaduan desain Toyota dengan kecerdasan Huawei dan Momenta adalah formula baru yang harus diikuti jika merek Jepang ingin bertahan di pasar EV terbesar dunia.






