Tembakan yang Memicu Amukan Massa di Asmat Papua Selatan, Tokoh Adat Desak Aparat & Warga Tahan Diri

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 2 Oktober 2025 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tembakan yang Memicu Amukan Massa di Asmat Papua Selatan

Tembakan yang Memicu Amukan Massa di Asmat Papua Selatan

ASMAT – Situasi di Asmat Papua Selatan, dilaporkan memanas dan berujung pada amukan massa setelah insiden penembakan yang melibatkan aparat. Peristiwa ini memicu penjarahan dan pembakaran pos Satgas oleh warga yang emosi. Kegentingan ini sontak menjadi sorotan nasional. Menanggapi eskalasi kekerasan, tokoh adat setempat, Damianus Katayu, secara terbuka mendesak baik aparat keamanan maupun warga untuk menahan diri demi mencegah konflik meluas.

Kronologi dan Amukan Massa yang Terekam Media Sosial

Ketegangan dimulai dari sebuah insiden di salah satu distrik Asmat, di mana terjadi penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat saat berhadapan dengan sekelompok warga. Detail pasti insiden tersebut masih diselidiki, namun dampaknya langsung memicu reaksi keras dari masyarakat.

Baca Juga :  Habitat Orangutan Tapanuli Hancur Diterjang Banjir, Kepunahan Mengancam

Video yang diunggah oleh berbagai pihak memperlihatkan sekelompok massa yang marah, melakukan pembakaran sebuah pos Satuan Tugas (Satgas) dan aksi penjarahan di beberapa kios. Situasi ini menunjukkan ketidakpercayaan yang mendalam antara warga lokal dan aparat keamanan, yang seringkali dipicu oleh gesekan kecil di lapangan.

Kondisi ini mengharuskan aparat kepolisian dan TNI untuk melakukan penyekatan dan meningkatkan status keamanan. Meskipun korban jiwa belum dilaporkan secara masif, trauma kolektif akibat kekerasan telah dirasakan oleh sebagian besar warga, khususnya anak-anak dan perempuan yang terpaksa mengungsi.

Imbauan Tokoh Adat, “Jangan Ada Tembakan Lagi!”

Melihat situasi yang nyaris tak terkendali, Damianus Katayu, salah satu tokoh adat dan perwakilan masyarakat Asmat Papua Selatan, mengambil peran penting sebagai penengah. Melalui pernyataan pers, Katayu menyampaikan seruan yang sangat mendesak kepada semua pihak.

Baca Juga :  Modus Loker Fiktif di Jaktim Tipu Wanita Aceh

“Kami, para tokoh adat, mengimbau dengan keras: Jangan ada tembakan lagi! Kami minta semua, baik itu masyarakat maupun aparat TNI/Polri, untuk tidak mengeluarkan tembakan, menahan emosi, dan duduk bersama,” tegas Katayu dalam keterangannya di Merauke.

Peran Sentral Tokoh Adat dan Upaya Mediasi:

  1. Prioritas Merah Peredaman Emosi: Katayu menekankan bahwa peran tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat adalah kunci utama saat ini. Mereka terus bergerak di tengah-tengah warga dan aparat untuk meredam emosi dan menghindari eskalasi kekerasan lebih lanjut.
  2. Permintaan Keadilan dan Transparansi: Selain menuntut penghentian kekerasan, masyarakat adat juga mendesak agar insiden penembakan ini diusut tuntas secara transparan dan adil. Mereka menuntut oknum yang bertanggung jawab dipecat dan diproses secara hukum.
  3. Memulihkan Kondisi: Upaya mediasi ini juga bertujuan untuk memfasilitasi pengembalian warga yang mengungsi dan memulai pemulihan ekonomi di pasar yang sempat terhenti akibat penjarahan.
Baca Juga :  Dokter Peringatkan Bahaya Rokok Elektrik Generasi Baru yang Semakin Menyebar

Hingga saat ini, upaya mediasi masih terus dilakukan. Harapannya, kearifan lokal melalui peran tokoh adat dapat menjadi jembatan perdamaian untuk memulihkan Asmat dari konflik yang dipicu oleh minimnya komunikasi dan kepercayaan antar pihak.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB