Dokter Peringatkan Bahaya Rokok Elektrik Generasi Baru yang Semakin Menyebar

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 12 Oktober 2025 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokok Elektrik (Freepik)

Rokok Elektrik (Freepik)

Tren penggunaan rokok elektrik dan produk tembakau alternatif terus meningkat, terutama di kalangan remaja. Meski diklaim lebih aman dibanding rokok konvensional, para ahli kesehatan menegaskan bahwa jenis rokok baru ini tetap menimbulkan dampak serius bagi tubuh.

Dokter spesialis paru, dr. Erlina Burhan, SpP(K), menjelaskan bahwa kandungan zat kimia dalam cairan rokok elektrik dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. “Banyak yang mengira vape itu aman, padahal uap yang dihasilkan mengandung nikotin, logam berat, dan bahan kimia toksik yang bisa merusak paru-paru dan sistem kardiovaskular,” ungkapnya, Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, paparan nikotin dalam vape bahkan dapat meningkatkan risiko kecanduan pada usia muda. “Remaja yang terbiasa dengan nikotin dari rokok elektrik berpotensi besar menjadi perokok jangka panjang. Itu sebabnya bahaya rokok generasi baru ini tidak bisa diremehkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Dinkes Depok Minta Guru PAUD Pantau Tumbuh Kembang Anak

Selain risiko kecanduan, penelitian menunjukkan bahwa zat aditif seperti propilen glikol dan gliserin yang dipanaskan dapat menghasilkan senyawa karsinogenik penyebab kanker. Belum lagi potensi gangguan pernapasan akibat penumpukan cairan di paru-paru atau yang dikenal sebagai EVALI (E-cigarette or Vaping Associated Lung Injury).

“Efeknya bisa akut dan kronis. Dalam beberapa kasus, pengguna mengalami sesak berat hingga gagal napas,” kata Erlina.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memperingatkan bahwa penggunaan rokok elektrik bukan solusi berhenti merokok. Justru, produk ini menciptakan generasi baru perokok dengan tampilan modern yang menipu.

Erlina menegaskan, yang dibutuhkan bukan sekadar mengganti jenis rokok, melainkan berhenti total dari nikotin. “Tidak ada rokok yang aman, baik konvensional, elektrik, maupun herbal. Semua mengandung zat yang bisa merusak organ,” tegasnya.

Baca Juga :  Dekade Loyalitas Sirna, Myles Turner Sebut Ejekan Fans Pacers 'Mengecewakan'

Ia pun mengimbau orang tua dan lembaga pendidikan untuk lebih waspada terhadap penyebaran rokok jenis baru ini. Edukasi kesehatan perlu diperkuat agar remaja tidak terjebak pada tren yang justru membahayakan masa depan mereka.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB