Aparat Iran Tangkap Peraih Nobel Narges Mohammadi Picu Kecaman HAM

icon berita mobile

- Penulis Berita

Sabtu, 13 Desember 2025 - 01:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat Iran Tangkap Peraih Nobel Narges Mohammadi Picu Kecaman HAM

Aparat Iran Tangkap Peraih Nobel Narges Mohammadi Picu Kecaman HAM

Peraih Nobel Perdamaian tahun ini, Narges Mohammadi, dilaporkan kembali ditahan oleh aparat keamanan Iran. Penangkapan ini terjadi saat ia menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan untuk memperingati kritik terkait kasus kematian seorang aktivis terkemuka.

Insiden ini segera memicu gelombang kekhawatiran dan kecaman keras dari komunitas internasional. Penahanan seorang figur penting yang baru saja menerima penghargaan global itu dianggap sebagai langkah represif terhadap kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia di Iran.

Mohammadi telah lama dikenal sebagai simbol perlawanan damai terhadap rezim di Teheran. Aktivisme tanpa lelahnya, terutama dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan menentang hukuman mati, sering membuatnya berhadapan langsung dengan otoritas.

Penangkapan terbaru ini terjadi dalam konteks yang sangat sensitif. Ia ditahan ketika berpartisipasi dalam sebuah acara peringatan.

Acara tersebut diadakan untuk menandai kasus kritik menyangkut kematian seorang aktivis. Detail spesifik dari kasus kritik yang diperingati itu tidak disebutkan, tetapi jelas berhubungan dengan isu sensitif hak asasi manusia di negara tersebut.

Penangkapan Narges Mohammadi, seorang tokoh yang dihormati secara global, menambah daftar panjang penindasan yang dihadapi oleh para aktivis di Republik Islam Iran.

Baca Juga :  Rusia Tingkatkan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia Jadi 300 Kursi pada 2026

Pihak berwenang Iran belum memberikan pernyataan resmi terperinci mengenai alasan spesifik penahanan Mohammadi kali ini. Namun, pola penangkapan sebelumnya sering kali dikaitkan dengan tuduhan menyebar propaganda melawan negara atau tindakan yang dianggap mengganggu keamanan nasional.

Kabar mengenai penahanan Mohammadi pertama kali dikonfirmasi oleh sumber-sumber yang dekat dengan keluarganya dan kelompok-kelompok hak asasi manusia di luar Iran. Informasi ini menyebar cepat di media sosial dan kanal berita internasional.

Berita ini muncul hanya beberapa waktu setelah ia dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian. Penghargaan tersebut, yang diberikan sebagai pengakuan atas perjuangannya, justru memperparah tensi antara Mohammadi dan pemerintah Iran.

Pemerintah Iran sebelumnya telah menanggapi penghargaan tersebut dengan dingin. Mereka menganggap keputusan Komite Nobel sebagai tindakan bermotif politik.

Penangkapan terbaru ini seolah menjadi pesan keras dari Teheran kepada dunia bahwa pengakuan internasional tidak akan mengubah kebijakan domestik mereka terhadap pembangkang.

Aktivitas Mohammadi yang kritis terhadap kebijakan pemerintah Iran seringkali berujung pada kurungan penjara. Ia telah menghabiskan sebagian besar masa dewasanya keluar masuk penjara, sebuah bukti kegigihan dalam perjuangannya.

Baca Juga :  Kisah Keluarga di Hat Yai Bertahan 48 Jam di Atas Furnitur Saat Banjir Besar Melanda Thailand Selatan

Kasus penangkapan ini kembali menyoroti kondisi HAM yang memburuk di Iran. Organisasi-organisasi pengawas HAM internasional telah berulang kali mengecam Iran atas praktik penahanan sewenang-wenang dan perlakuan buruk terhadap tahanan politik.

Pemerintah Iran secara konsisten membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa tindakan hukum yang mereka ambil sepenuhnya berada dalam kerangka hukum Islam dan kedaulatan negara.

Namun, penangkapan Narges Mohammadi, seorang peraih Nobel yang damai, memperkuat argumen bahwa ruang untuk perbedaan pendapat di Iran semakin sempit.

Lembaga-lembaga seperti Amnesty International dan Human Rights Watch telah menyerukan pembebasan segera tanpa syarat. Mereka menekankan bahwa Mohammadi hanyalah menjalankan haknya untuk berekspresi dan berkumpul secara damai.

Kini muncul kekhawatiran besar mengenai kondisi kesehatan Narges Mohammadi selama dalam penahanan. Sebelumnya ia dilaporkan memiliki riwayat penyakit yang memerlukan perawatan medis khusus.

Penahanan ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana tekanan internasional dapat memengaruhi kebijakan Iran. Penghargaan Nobel Perdamaian biasanya memberikan lapisan perlindungan, namun dalam kasus ini, perlindungan itu tampaknya tidak terlalu berpengaruh.

Negara-negara Barat, terutama yang memiliki hubungan diplomatik dengan Iran, diharapkan menggunakan jalur komunikasi mereka. Tujuannya adalah untuk mendesak pembebasan segera tokoh HAM tersebut.

Baca Juga :  Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Narges Mohammadi telah menjadi wajah bagi banyak perempuan dan aktivis yang memilih untuk tetap bersuara meskipun menghadapi risiko besar. Perjuangan melawan diskriminasi gender dan ketidakadilan telah menjadi fokus utama hidupnya.

Penangkapannya menggarisbawahi tantangan unik yang dihadapi oleh para pembela hak asasi manusia. Mereka berjuang di bawah rezim yang menganggap kritik sebagai ancaman langsung terhadap keamanan negara.

Situasi ini tidak hanya menjadi ujian bagi Iran, tetapi juga bagi Komite Nobel dan komunitas global. Dunia harus menunjukkan solidaritasnya kepada Mohammadi dan semua aktivis Iran yang mempertaruhkan segalanya demi kebebasan.

Keputusan Teheran untuk menangkapnya saat menghadiri acara peringatan sebuah kasus kritik menunjukkan upaya otoritas untuk membungkam narasi alternatif dan memutus rantai solidaritas di antara para aktivis.

Penahanan ini merupakan upaya tegas untuk mengendalikan narasi publik di Iran.

Dunia menanti langkah Iran selanjutnya: apakah mereka akan membebaskan peraih Nobel Narges Mohammadi, atau justru memperberat hukuman, memperburuk ketegangan diplomatik dengan masyarakat global.

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB