Militan M23 Kuasai Kota Uvira Ratusan Ribu Warga Kongo Terpaksa Mengungsi

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 24 Desember 2025 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Militan M23 Kuasai Kota Uvira Ratusan Ribu Warga Kongo Terpaksa Mengungsi

Militan M23 Kuasai Kota Uvira Ratusan Ribu Warga Kongo Terpaksa Mengungsi

Gelombang pengungsi besar-besaran kembali pecah di wilayah timur Republik Demokratik Kongo menyusul eskalasi konflik yang kian memanas.

Kabar terbaru mengonfirmasi bahwa kelompok militan M23 telah berhasil mengambil alih kendali penuh atas Kota Uvira.

Jatuhnya kota strategis ini ke tangan pemberontak memicu kepanikan luar biasa di kalangan penduduk sipil yang tidak memiliki pilihan lain selain melarikan diri.

Ratusan ribu warga dilaporkan meninggalkan rumah mereka hanya dengan membawa barang seadanya demi menghindari amukan pertempuran. Jalanan menuju perbatasan dan wilayah yang dianggap lebih aman kini dipenuhi oleh keluarga, anak-anak, dan lansia yang berjalan kaki berjam-jam. Situasi di lapangan sangat kacau karena arus pengungsian terjadi begitu cepat setelah pertahanan di kota tersebut jebol.

Kota Uvira merupakan titik penting di wilayah timur Kongo yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pemukiman padat.

Keberhasilan militan M23 menduduki wilayah ini menandai pergeseran signifikan dalam peta kekuatan konflik di negara tersebut. Para saksi mata melaporkan bahwa gerilyawan masuk ke pusat kota dengan persenjataan lengkap, memaksa aparat keamanan setempat untuk mundur ke posisi yang lebih jauh. Kehadiran kelompok bersenjata ini di dalam kota langsung menghentikan seluruh denyut nadi kehidupan normal warga.

Banyak warga yang mengungsi memilih jalur menuju perbukitan atau menyeberang ke wilayah tetangga untuk mencari perlindungan sementara. Mereka dihantui ketakutan akan adanya aksi kekerasan susulan atau perekrutan paksa yang sering terjadi dalam konflik bersenjata di Kongo. Tekanan psikologis yang dialami para pengungsi ini menambah daftar panjang penderitaan manusia di wilayah yang sudah lama didera ketidakstabilan.

Kelompok M23 sendiri merupakan faksi militer yang telah lama menjadi duri dalam daging bagi pemerintah pusat di Kinshasa.

Baca Juga :  Houthi Hukum Mati 17 Warga Yaman, Dituduh Mata-Mata Inggris dan Mossad

Aksi terbaru mereka di Uvira menunjukkan bahwa kekuatan kelompok ini tidak bisa diremehkan dan terus berkembang meski ada upaya penumpasan. Pendudukan kota ini memberikan mereka posisi tawar yang lebih kuat dalam konfrontasi politik maupun militer di masa depan. Di sisi lain, pemerintah Republik Demokratik Kongo kini berada di bawah tekanan besar untuk segera mengambil tindakan nyata guna merebut kembali wilayah yang hilang.

Kondisi kamp pengungsian darurat yang mulai terbentuk di luar kota dilaporkan sangat memprihatinkan dengan fasilitas yang sangat minim. Pasokan air bersih, makanan, dan obat-obatan menjadi kebutuhan mendesak yang sulit dipenuhi karena akses logistik yang terputus akibat peperangan. Lembaga bantuan kemanusiaan mulai memberikan peringatan dini akan potensi krisis kesehatan jika bantuan tidak segera sampai ke tangan para pengungsi.

Anak-anak dan perempuan menjadi kelompok yang paling rentan dalam eksodus massal dari Kota Uvira ini.

Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa banyak keluarga yang terpisah di tengah hiruk-pikuk pelarian saat suara tembakan mulai terdengar di pinggiran kota. Beberapa warga yang berhasil lolos menceritakan betapa cepatnya situasi berubah dari tenang menjadi zona tempur yang mematikan. Mereka melihat sendiri bagaimana kelompok bersenjata itu melakukan patroli di sudut-sudut jalan utama kota yang kini sunyi.

Pihak otoritas keamanan nasional Kongo sedang mengupayakan koordinasi untuk melakukan serangan balasan guna memukul mundur para milisi. Namun, medan yang sulit dan posisi militan M23 yang sudah menetap di titik-titik strategis kota menjadi tantangan tersendiri bagi tentara pemerintah. Setiap pergerakan militer di dalam area perkotaan yang padat berisiko tinggi menimbulkan korban jiwa lebih banyak di pihak sipil.

Baca Juga :  Foxconn Prediksi Runtuhnya Startup EV China, Siap Ulang Model Manufaktur PC

Eskalasi di Uvira ini juga memicu kekhawatiran diplomatik di tingkat regional, mengingat posisi geografis kota tersebut yang berdekatan dengan perbatasan negara tetangga.

Ketidakstabilan di wilayah timur Kongo hampir selalu memiliki dampak domino terhadap keamanan negara-negara di sekitarnya di Afrika Tengah. Pemimpin regional kini mulai mendesak diadakannya dialog mendesak untuk mencegah konflik ini meluas menjadi perang yang lebih besar. Namun, di lapangan, suara senjata masih jauh lebih dominan daripada suara diplomasi.

Kelompok pemberontak M23 mengklaim bahwa aksi mereka adalah bentuk perlindungan terhadap kepentingan tertentu, namun dampak nyatanya adalah penderitaan bagi rakyat jelata.

Ratusan ribu orang yang kini kehilangan tempat tinggal adalah bukti nyata dari kegagalan gencatan senjata yang sempat diupayakan sebelumnya. Kota Uvira yang dulu ramai dengan perdagangan kini berubah menjadi kota hantu yang dikuasai oleh rasa takut dan moncong senjata. Harapan warga untuk kembali ke rumah dalam waktu dekat nampak sangat tipis melihat situasi keamanan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Upaya evakuasi mandiri oleh warga masih terus berlangsung hingga saat ini meskipun risiko di perjalanan sangat besar. Beberapa jalur utama dilaporkan diblokade oleh kelompok bersenjata, memaksa pengungsi mengambil rute hutan yang berbahaya. Kelelahan fisik dan kelaparan mulai menghantui ribuan orang yang terjebak dalam perjalanan panjang menuju zona aman.

Sejarah konflik di wilayah timur Republik Demokratik Kongo memang penuh dengan perebutan wilayah yang melibatkan faksi-faksi bersenjata.

Namun, pengambilalihan Uvira oleh M23 kali ini dirasakan sebagai salah satu pukulan paling telak dalam beberapa tahun terakhir. Kehilangan kendali atas kota sebesar Uvira merusak moral pasukan pemerintah sekaligus memberikan basis logistik yang kuat bagi para pemberontak. Hal ini tentu saja akan memperpanjang durasi konflik yang sudah memakan waktu puluhan tahun tersebut.

Baca Juga :  Kebakaran Besar Hong Kong Renggut 36 Jiwa, Ratusan Penghuni Hilang

Komunitas internasional mulai menyerukan penghentian kekerasan dan akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak. Tanpa adanya tindakan tegas, jumlah pengungsi diprediksi akan terus membengkak seiring meluasnya area operasi militan. Nasib ratusan ribu warga Uvira kini bergantung pada seberapa cepat situasi keamanan dapat dipulihkan oleh otoritas terkait.

Dunia sedang menyaksikan salah satu krisis kemanusiaan tercepat yang berkembang di tanah Afrika saat ini.

Ketidakpastian menyelimuti masa depan Kota Uvira dan seluruh wilayah timur Kongo yang terus menjadi medan laga. Selama kelompok militan masih memegang kendali atas pusat-pusat populasi, arus pengungsian tidak akan pernah benar-benar berhenti. Rakyat sipil kembali menjadi korban utama dalam perebutan kekuasaan yang tak kunjung berakhir di negeri yang kaya sumber daya namun miskin kedamaian ini.

Pemerintah pusat di Kinshasa harus segera membuktikan kemampuan mereka dalam melindungi warga negaranya dari ancaman milisi bersenjata.

Kegagalan dalam mengamankan Uvira menjadi catatan merah bagi strategi pertahanan nasional mereka tahun ini. Kini, mata dunia tertuju pada bagaimana langkah selanjutnya untuk menyelamatkan ratusan ribu nyawa yang terlunta-lunta di jalanan akibat ulah militan M23.

Militan M23 kuasai Kota Uvira di timur Republik Demokratik Kongo dan menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi demi menghindari konflik bersenjata yang kian memanas.

Berita Terkait

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India
Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang
Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme
Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori
Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya
IPO GIFT City Pertama di India Resmi Dibuka 16 Maret, Era Baru Finansial
Hizbullah Serang Israel, Eskalasi Ketegangan di Perbatasan Lebanon
AI Mengubah Lapangan Kerja di Rumania, Transformasi dan Masa Depan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:01 WIB

Wali Kota New York Desak Raja Charles III Kembalikan Berlian Koh-i-Noor ke India

Minggu, 12 April 2026 - 11:05 WIB

Trump Remehkan Perundingan Damai Iran-AS, Klaim Amerika Tetap Menang

Jumat, 10 April 2026 - 20:12 WIB

Kanada Berupaya Bergabung dalam Proyek Jet Tempur Global Combat Air Programme

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:03 WIB

Akhir Pelarian Warga Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Senin, 23 Maret 2026 - 21:15 WIB

Veda Ega Pratama, Media Italia Sebut Ia Berbeda dari Pembalap Asia Lainnya

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB