Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, tercatat sebagai bandara tersibuk di Indonesia selama periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selama masa tersebut, bandara ini melayani sekitar 3,5 juta penumpang dengan total 23 ribu penerbangan.
Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Mohammad R. Pahlevi, menyampaikan bahwa capaian tersebut menempatkan Bandara Soetta di posisi teratas secara nasional dalam jumlah pergerakan penumpang maupun penerbangan.
“Selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta melayani 3,5 juta penumpang dengan 23 ribu penerbangan,” ujar Pahlevi dalam keterangannya di Tangerang, Selasa (6/1).
Selain Soetta, beberapa bandara lain juga mencatat trafik penumpang tinggi. Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, melayani sekitar 1,4 juta penumpang dengan 9 ribu penerbangan. Disusul Bandara Juanda Surabaya dengan 863 ribu penumpang, Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 603 ribu penumpang, serta Bandara Kualanamu Deli Serdang dengan 486 ribu penumpang.
Secara keseluruhan, 37 bandara yang dikelola InJourney Airports melayani sekitar 10,20 juta penumpang selama periode Nataru 2025/2026. Angka ini relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 10,24 juta penumpang.
Pahlevi menjelaskan, puncak arus keberangkatan terjadi menjelang Natal pada 24 Desember 2025 dengan 543 ribu penumpang, serta menjelang Tahun Baru pada 28 Desember 2025 sebanyak 531 ribu penumpang. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan hampir 560 ribu penumpang.
Dari sisi operasional, pergerakan pesawat selama Nataru 2025/2026 mencapai sekitar 76 ribu penerbangan, termasuk sekitar dua ribu penerbangan tambahan. Tingkat utilisasi slot time di seluruh bandara hampir menyentuh 90 persen, meningkat dibandingkan Nataru 2024/2025 yang berada di angka 84 persen.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir, menambahkan bahwa berbagai inisiatif peningkatan pengalaman pelanggan diterapkan selama periode puncak akhir tahun. Langkah tersebut meliputi desain tematis Nataru hingga aktivitas On Ground Activation di terminal penumpang.
“Inovasi berupa Customer Service Mobile dan Posko Terpadu Melayani Sepenuh Hati terbukti mampu menjaga standar pelayanan bandara di tengah tingginya lonjakan penumpang,” ujarnya.






