Wagub Aceh Fadhlullah Touring ke Lhoong, Dukung Petani Nilam Hadapi Harga Turun

icon berita mobile

- Penulis Berita

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan touring sepeda motor bersama Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah, jajaran OJK, serta pimpinan perbankan dari Banda Aceh menuju Puncak Gunung Gurutee pada Sabtu (4/10/2025). Perjalanan ini sekaligus menjadi momentum untuk meninjau langsung lokasi budidaya nilam di Gampong Umong Seuribee, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar.

Rombongan berangkat sejak pagi pukul 07.30 WIB dan menempuh perjalanan sekitar tiga jam melewati jalur Banda Aceh–Meulaboh. Sesampainya di Lhoong, rombongan menyempatkan diri mengunjungi kebun nilam milik Kelompok Petani Nilam Lhoong Aceh Sejahtera (Nilas) yang dibina oleh Bank Syariah Indonesia (BSI).

Kedatangan Wagub dan rombongan disambut hangat oleh Ketua Koperasi Nilas, Faisal, bersama para petani setempat. Mereka memperlihatkan proses budidaya sekaligus penyulingan minyak nilam yang menjadi komoditas unggulan Aceh dengan nilai jual tinggi di pasar global.

Baca Juga :  Hoaks 400 Korban Tewas Banjir Aceh Terbantahkan, Ini Fakta Resmi

Menurut Faisal, total lahan budidaya yang dikelola koperasi mencapai 20 hektar dengan produksi 100 hingga 150 kilogram minyak nilam per hektar. Minyak ini dipasarkan ke PT U Green di Banda Aceh untuk kemudian diekspor ke Prancis sebagai bahan baku parfum ternama, termasuk merek internasional Chanel.

“Per hektar biaya modal yang dikeluarkan sekitar Rp40 sampai Rp50 juta. Saat harga stabil, keuntungan cukup baik, tapi ketika turun seperti sekarang, petani hanya dapat margin tipis,” jelas Faisal.

Ia mengungkapkan, harga minyak nilam saat ini berada di kisaran Rp700 ribu per kilogram, jauh di bawah harga ideal Rp1 juta per kilogram. Kondisi tersebut membuat banyak petani merasa tertekan dan meminta pemerintah turun tangan mengatur standar harga.

Baca Juga :  Ribuan Keluarga Pendulang Emas Protes Larangan Beko di Aceh Barat

Menanggapi hal itu, Fadhlullah menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar harga minyak nilam bisa ditetapkan secara standar dan tidak mudah dimainkan oleh pengepul maupun agen.

“Salah satu nilam terbaik dunia ada di Aceh. Saya minta bapak ibu tetap semangat. Jangan berhenti menanam hanya karena harga sedang jatuh. Pemerintah akan mencari solusi agar nilam Aceh terus bernilai tinggi,” tegas Wagub.

Lebih jauh, ia juga menyebut kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digagas Presiden Prabowo dapat menjadi penyangga harga produk pertanian, termasuk nilam. Melalui koperasi tersebut, diharapkan produk petani bisa terserap dengan harga yang adil di pasar nasional.

Selain dukungan harga, Fadhlullah juga membuka peluang pembiayaan modal bagi petani melalui Bank Aceh dan BSI. Ia meminta perbankan untuk memberi kemudahan akses bagi petani agar tidak kesulitan dalam mengembangkan usaha.

Baca Juga :  Oknum Polisi Terlibat Aksi Pengeroyokan di Diskotek Mamuju, Kabur saat Ditangkap

“Kami ingin perbankan hadir mendukung, bukan menyulitkan. Petani nilam butuh modal yang realistis agar usaha mereka terus berkembang,” katanya.

Fadhlullah menambahkan, hilirisasi harus menjadi fokus ke depan. Menurutnya, jika sebelumnya Aceh hanya menjual daun nilam mentah, kini sudah bisa menghasilkan minyak sulingan. Bahkan, ia berharap suatu saat Aceh mampu memproduksi parfum dan produk turunannya sendiri dari nilam.

“Nilam adalah kebanggaan kita. Dari Aceh, bisa mendunia. Ke depan kita harus berani melangkah lebih jauh, bukan hanya menjual bahan mentah, tetapi juga produk jadi yang bernilai tinggi,” pungkasnya.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB