Banjir Jakarta meluas secara signifikan pada siang hari ini akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah ibu kota sejak dini hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan adanya peningkatan jumlah wilayah yang tergenang. Hingga pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 52 Rukun Tetangga (RT) dan 17 ruas jalan utama terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Kondisi ini memicu kemacetan parah di sejumlah titik vital. Selain curah hujan lokal, kiriman air dari wilayah hulu juga menyebabkan peningkatan status waspada pada beberapa pintu air. Oleh karena itu, warga yang tinggal di bantaran sungai diminta untuk tetap siaga.
Daftar Wilayah Terdampak Banjir Jakarta Meluas
BPBD DKI Jakarta terus memperbarui data wilayah yang terdampak luapan air. Berdasarkan data terbaru, sebaran wilayah banjir Jakarta meluas ke beberapa titik di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Jadi Titik Terparah
Di wilayah Jakarta Selatan, luapan Kali Krukut dan Kali Pesanggrahan menyebabkan beberapa pemukiman warga terendam hingga kedalaman 60-100 cm. Sementara itu, di Jakarta Timur, luapan Kali Ciliwung masih menjadi penyebab utama genangan di kawasan pemukiman padat penduduk.
Berikut adalah rincian jumlah RT yang terdampak per wilayah:
-
Jakarta Timur: 25 RT (Ketinggian 40-120 cm)
-
Jakarta Selatan: 18 RT (Ketinggian 30-80 cm)
-
Jakarta Barat: 9 RT (Ketinggian 30-50 cm)
17 Ruas Jalan Terendam Mengganggu Arus Lalu Lintas
Selain pemukiman, banjir Jakarta meluas hingga ke akses jalan protokol. Sebanyak 17 ruas jalan dilaporkan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, bahkan beberapa titik menutup akses kendaraan roda empat.
Beberapa jalan yang terendam antara lain:
-
Jalan Arteri Pondok Indah
-
Jalan Ciledug Raya
-
Jalan Kemang Raya
-
Jalan Letjen Suprapto
-
Jalan DI Panjaitan
Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan dan kepolisian telah berjaga di lokasi. Mereka berusaha mengalihkan arus lalu lantas guna menghindari kendaraan yang mogok akibat memaksakan diri menerjang genangan.
Respon Cepat BPBD dan Pemprov DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengerahkan ratusan personel bantuan. Petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) tengah mengoperasikan pompa stasioner dan pompa mobile untuk menyedot air di titik-titik kritis.
“Kami terus berupaya mempercepat aliran air ke drainase utama. Namun, tantangan utama saat ini adalah intensitas hujan yang masih berlangsung,” ujar juru bicara BPBD DKI Jakarta dalam keterangan resminya.
Selain penanganan teknis, bantuan logistik juga mulai disalurkan ke posko pengungsian sementara. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui aplikasi JAKI jika membutuhkan evakuasi darurat.
Tips Menghadapi Banjir di Musim Hujan
Mengingat kondisi banjir Jakarta meluas yang bisa terjadi kapan saja, warga diharapkan tetap waspada. Berikut adalah langkah-langkah antisipasi yang bisa Anda lakukan:
-
Matikan aliran listrik jika air mulai masuk ke dalam rumah untuk menghindari risiko tersengat.
-
Amankan dokumen penting dalam wadah kedap air dan letakkan di tempat yang lebih tinggi.
-
Pantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG secara berkala.
-
Siapkan tas siaga bencana yang berisi obat-obatan, senter, dan makanan darurat.
Kondisi cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga sore hari. Oleh karena itu, bagi pengguna jalan, sebaiknya hindari titik-titik rawan genangan dan cari rute alternatif untuk mencapai tujuan dengan aman.






