Temuan Bayi Perempuan Hidup di Dalam Tas Hitam di Karangwuni

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 5 Oktober 2025 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar mengejutkan datang dari wilayah Gunungkidul. Warga Dusun Suruh, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Rongkop, digegerkan oleh penemuan seorang bayi pada Sabtu malam (4/10/25).

Bayi malang berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam kondisi masih hidup dan berada di dalam tas berwarna hitam. Temuan dramatis ini langsung mengundang perhatian dan kerumunan warga setempat.

Saat ditemukan, bayi mungil tersebut diduga baru saja dilahirkan beberapa jam sebelumnya. Indikasi ini memperkuat dugaan bahwa pelakunya baru saja meninggalkannya.

Posisi bayi berada dalam kondisi telentang dan tertidur pulas di dalam tas hitam tersebut. Tas itu sendiri diletakkan di lahan berumput, tepatnya di pinggir jalan Dusun Suruh, Rongkop.

Meskipun lokasi penemuan langsung ramai dipadati orang, tidak ada satu pun warga yang berani menyentuh bayi tersebut. Masyarakat memilih menunggu kedatangan petugas kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Ini adalah langkah kehati-hatian yang tepat.

Kapolsek Rongkop, AKP Sartono, mengonfirmasi kebenaran peristiwa yang menggemparkan warga Karangwuni itu. “Benar adanya laporan dari warga. Telah ditemukan seorang bayi perempuan di tepi jalan,” jelasnya saat dikonfirmasi pada malam kejadian.

Beruntung, kondisi bayi tersebut masih bernapas normal. Bayi itu ditemukan dalam keadaan hidup.

Baca Juga :  Pemkab Kendal Ajukan Empat Raperda, Termasuk Dana Cadangan Pilkada 2029

Pihak kepolisian segera bergerak cepat. Bersama dengan beberapa warga yang siaga, petugas langsung mengevakuasi bayi mungil itu.

Evakuasi tersebut diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat, yaitu Puskesmas Rongkop, guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang diperlukan. Keselamatan bayi adalah prioritas utama saat itu.

Kini, fokus utama kepolisian telah bergeser. Setelah memastikan kondisi bayi aman dan tertangani secara medis, Polsek Rongkop memulai penyelidikan mendalam.

Kasus ini menjadi sorotan serius di lingkungan aparat hukum. Mereka berupaya keras menguak siapa orang tua kandung yang tega meninggalkan darah dagingnya sendiri di pinggir jalan.

Pelaku yang menaruh bayi itu di tempat terbuka dianggap telah melakukan tindakan keji yang membahayakan nyawa. Meninggalkan bayi yang baru lahir di lahan berumput pada malam hari jelas merupakan perbuatan yang tidak dapat ditoleransi.

Penyelidikan saat ini meliputi pemeriksaan saksi di sekitar lokasi penemuan dan pengumpulan bukti-bukti petunjuk dari tas hitam yang digunakan sebagai wadah. Petugas berharap dapat menemukan jejak atau informasi sekecil apa pun yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

Lokasi di pinggir jalan Dusun Suruh menjadi titik sentral penyelidikan. Apakah pelaku merupakan warga setempat atau hanya melintas di wilayah tersebut? Pertanyaan ini terus dicari jawabannya oleh penyidik.

Baca Juga :  Pemkot Cimahi Segarkan Struktur Birokrasi Lewat Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Kejadian penemuan bayi di dalam tas hitam ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menggugah rasa kemanusiaan warga Gunungkidul. Banyak yang bersimpati dengan nasib si bayi dan mengecam keras tindakan orang tuanya.

Proses penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan teliti. Ada unsur pidana serius yang terkandung di dalamnya, yaitu penelantaran anak yang berpotensi menghilangkan nyawa.

Saat berada di Puskesmas Rongkop, bayi perempuan itu langsung mendapatkan perawatan intensif dari tim medis. Berat badan, suhu tubuh, dan kondisi vital lainnya diperiksa secara saksama. Ini demi memastikan pemulihan bayi yang baru lahir tersebut.

Pihak Puskesmas juga berkoordinasi erat dengan kepolisian dan dinas sosial. Kerjasama ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan masa depan bayi setelah kondisinya dinyatakan stabil.

Kepala Polsek AKP Sartono menjamin bahwa pihaknya akan bekerja sekuat tenaga untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas. “Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Pergantian Pimpinan Lapas Probolinggo, Pemkot Tegaskan Komitmen Pembinaan Warga Binaan

Penelusuran terhadap ibu yang baru melahirkan di wilayah sekitar juga menjadi salah satu metode penyelidikan yang ditempuh. Aparat mencari kemungkinan adanya orang yang baru saja melahirkan tanpa sepengetahuan publik atau fasilitas kesehatan resmi.

Kesigapan warga Dusun Suruh dalam melaporkan temuan tersebut patut diacungi jempol. Tindakan cepat mereka telah memastikan nyawa bayi perempuan itu terselamatkan dari bahaya.

Penemuan bayi di tepi jalan ini menyisakan duka mendalam sekaligus harapan. Duka atas tindakan keji orang tuanya, dan harapan bahwa bayi ini dapat bertumbuh sehat dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Kasus penemuan bayi malang di Rongkop, Gunungkidul, ini menjadi pengingat pahit tentang masalah sosial dan kurangnya tanggung jawab yang masih terjadi di masyarakat. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas pelaku penelantaran.

Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi berlebihan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian. Fokus saat ini adalah keselamatan dan pemulihan bayi yang sempat ditinggalkan begitu saja di dalam tas hitam itu.

Bayi itu kini berada dalam perlindungan dan pengawasan medis. Kelanjutan penyelidikan akan menentukan nasib orang yang bertanggung jawab atas tindakan keji ini.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB