Rekam Jejak Strategi Teritorial dan Heroisme Prajurit Komando dalam Merebut Irian Barat

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sintoing Panjaitan

Sintoing Panjaitan

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia mencatat sebuah pengorbanan besar di perairan Arafuru, Maluku, pada 15 Januari 1962. Kapal torpedo Macan Tutul gugur di dasar laut bersama Komodor Yos Sudarso dan 26 prajuritnya dalam upaya mempertahankan kedaulatan dari cengkeraman Belanda yang telah berlangsung selama 12 tahun pasca-kemerdekaan.

Tragedi ini tidak hanya melahirkan gelar Pahlawan Nasional bagi Laksamana Muda Yosafhat Sudarso, tetapi juga menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Bakti Samudra, sebuah pengingat akan dedikasi tanpa batas untuk menyatukan wilayah Irian Barat (Papua) ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Pasca-insiden tersebut, perjuangan fisik dan diplomasi terus berkobar, terutama setelah Belanda berupaya membentuk negara boneka Papua. Dalam buku Perjalanan Seorang Prajurit Komando, Sintong Panjaitan menceritakan detail Operasi Trikora di wilayah Manokwari yang saat itu dikuasai oleh pengikut Lodewyk Mandacan. Sebagai mantan mayor tentara Belanda dan kepala suku Arfak, Mandacan berhasil membawa sekitar 14.000 warga masuk ke hutan melalui hasutan negatif terhadap tentara Indonesia.

Baca Juga :  Pemkot Bandung Antisipasi Dampak BRT, Fokus Lindungi Parkir dan Ekonomi Ritel

Sintong, yang saat itu berpangkat Kapten RPKAD (Kopassus), ditugaskan memimpin peleton untuk membebaskan anggota Koramil Samare yang disekap sekaligus meredam gejolak pemberontakan melalui strategi yang tidak biasa.

Alih-alih hanya menggunakan kekuatan senjata, Pangdam XVII Cendrawasih saat itu, Brigjen Sarwo Edhie Wibowo, menginisiasi Operasi Teritorial bersandi Operasi Wibawa. Strategi ini mengedepankan pendekatan persuasif dan kemanusiaan dibandingkan konfrontasi militer murni.

Sintong Panjaitan dan pasukannya merangkul para kepala suku atau Omdo Ofi, mengingat masyarakat setempat memiliki kepatuhan yang sangat tinggi terhadap pemimpin adat mereka. Melalui dialog dan pembuktian niat baik, Lodewyk Mandacan akhirnya menyerahkan diri dan menyerukan kepada seluruh suku Arfak untuk kembali bergabung dengan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Marc Marquez Crash Lap 1 Sirkuit Mandalika 2025, Mimpi Buruk Sang Juara Dunia

Keberhasilan pendekatan teritorial ini menjadi pondasi kuat bagi pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera). Meskipun dibayangi ancaman keamanan, termasuk rencana pembunuhan pejabat militer oleh kelompok pemberontak, proses demokrasi tersebut berjalan sukses di bawah tanggung jawab Brigjen Sarwo Edhie Wibowo.

Hasilnya, sebagian besar dari 800.000 penduduk Irian Barat yang terdiri dari ratusan suku dan bahasa sepakat untuk berintegrasi dengan NKRI. Melalui masa transisi badan PBB (UNTEA), Irian Barat resmi diserahkan kembali kepada Indonesia pada 1 Mei 1963, melengkapi kedaulatan negara dari Sabang sampai Merauke sebagai harga mati.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB