Pemkot Bandung Antisipasi Dampak BRT, Fokus Lindungi Parkir dan Ekonomi Ritel

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Bandung Antisipasi Dampak BRT, Fokus Lindungi Parkir dan Ekonomi Ritel

Pemkot Bandung Antisipasi Dampak BRT, Fokus Lindungi Parkir dan Ekonomi Ritel

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan tidak akan bergantung pada kepastian lelang proyek Bus Rapid Transit (BRT) dari pemerintah pusat. Alih-alih menunggu, Pemkot memilih bersikap proaktif dengan menyiapkan langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak negatif yang berpotensi muncul saat BRT mulai beroperasi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, terdapat dua isu utama yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah, yakni hilangnya fasilitas parkir di badan jalan (on street parking) serta potensi penurunan aktivitas ekonomi ritel di sepanjang koridor BRT.

Menurut Farhan, larangan parkir di sejumlah ruas jalan utama seperti Ahmad Yani, Sudirman, Asia Afrika, dan Otista dapat berdampak langsung pada perilaku konsumen.

“Kalau parkir di ruas-ruas itu dilarang, konsekuensinya besar. Orang mau belanja pasti akan berpikir ulang kalau tidak ada tempat parkir yang jelas,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (5/1).

Baca Juga :  Banjir Berulang di Pasirjati, Penanganan Anak Sungai Cinambo Akan Dilakukan Terpadu

Ia menambahkan, pengalaman dari berbagai kota menunjukkan bahwa penerapan sistem transportasi massal kerap memicu resistensi, khususnya dari pelaku usaha yang khawatir kehilangan pelanggan akibat perubahan aksesibilitas.

“Kita tidak menutup mata. Toko-toko dan usaha ritel bisa terdampak jika tidak disiapkan solusi parkir yang memadai,” ujarnya.

Atas dasar itu, Pemkot Bandung menempatkan diri sebagai pihak yang aktif mengantisipasi risiko, bukan sekadar bereaksi setelah masalah muncul. Langkah yang disiapkan antara lain percepatan penyediaan parkir alternatif, penataan akses kawasan, serta sosialisasi bertahap kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Farhan menegaskan, meskipun proyek BRT berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, Pemkot tetap bertanggung jawab memastikan dampaknya terhadap warga dan perekonomian kota dapat ditekan seminimal mungkin.

Baca Juga :  Percantik Kota Jelang Ramadan, Dinsos Bandung Jaring 79 PPKS dalam Operasi Gabungan

“Tugas kami adalah menyiapkan solusi sejak awal dan terus berdialog dengan semua pihak,” pungkasnya.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB