Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat menetapkan aktivitas pasar kaget sebagai salah satu poin krusial yang diwaspadai selama masa arus mudik Lebaran 2026.
Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Raydian Kokrosono, mencatat bahwa meski aktivitas pasar kaget saat ini sudah rutin terlihat setiap akhir pekan, intensitasnya diprediksi akan melonjak tajam menjelang hari raya Idulfitri. Lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat di bahu jalan ini berpotensi besar memicu hambatan arus lalu lintas jika tidak dikelola dengan matang sejak awal.
Sebagai langkah konkret, jajaran kepolisian telah menyiapkan skema pengaturan khusus, mulai dari pemasangan barrier atau pembatas jalan hingga penataan akses penyeberangan untuk meminimalkan gangguan arus kendaraan di sekitar lokasi pasar.
Strategi penanganan pasar kaget ini merupakan bagian dari peta besar pengamanan mudik yang terbagi ke dalam lima klaster perhatian utama.
Klaster pertama difokuskan pada jalur tol, khususnya ruas Tol Trans Jawa yang melintasi wilayah Jawa Barat. Klaster kedua adalah jalur arteri, dengan penekanan khusus pada jalur selatan Jawa Barat yang dikenal memiliki tingkat kepadatan tinggi saat terjadi lonjakan arus kendaraan yang signifikan.
Fokus ketiga tertuju pada klaster tempat wisata yang biasanya mulai dipadati pengunjung tepat setelah hari Lebaran. Sementara dua klaster terakhir mencakup klaster tempat ibadah guna menjamin kekhusyukan salat Id, serta klaster penyeberangan di bandara dan pelabuhan yang menjadi titik integrasi moda transportasi.
Polda Jabar berkomitmen untuk meningkatkan intensitas pengamanan dan pengaturan di lokasi-lokasi yang masuk dalam kategori rawan kemacetan tersebut. Melalui penempatan personel dan rekayasa lalu lintas yang lebih ketat, diharapkan mobilitas masyarakat dari hulu ke hilir tetap terjaga kelancarannya.
Kombes Pol Raydian menekankan bahwa sinergi antara kesiapan infrastruktur pembatas jalan dan kepatuhan masyarakat terhadap pengaturan di lapangan menjadi kunci suksesnya operasional mudik tahun ini, sehingga masyarakat dapat menjalankan tradisi pulang kampung dengan aman, nyaman, dan minim kendala di perjalanan.






