Sebuah kisah haru mewarnai riuhnya arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Karawang, Jawa Barat. Personel Polres Karawang menemukan seorang pemudik bernama Arifin dalam kondisi keletihan di pinggir jalan pada Kamis, 19 Maret 2026.
Pria asal Riau yang baru saja menyelesaikan masa rantaunya di Bekasi ini kedapatan sedang menempuh perjalanan menuju Surabaya dengan berjalan kaki. Ketiadaan biaya ongkos perjalanan membuatnya nekat membawa barang bawaan seadanya untuk menempuh jarak ratusan kilometer demi bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
Mendengar penuturan jujur dan kondisi fisik Arifin yang sudah menurun, Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah segera menginstruksikan jajarannya untuk memberikan bantuan darurat. Alih-alih membiarkannya melanjutkan perjalanan yang berisiko, pihak kepolisian langsung mengevakuasi Arifin ke terminal bus terdekat.
Polres Karawang memberikan bantuan nyata berupa tiket bus gratis hingga ke tujuan akhir di Surabaya, serta memberikan uang saku sebagai bekal selama di perjalanan agar ia tidak lagi mengalami kesulitan logistik.
Tak berhenti di situ, petugas kepolisian juga melakukan koordinasi khusus dengan kru bus untuk memastikan Arifin mendapatkan pelayanan yang layak dan pengawasan hingga sampai ke alamat tujuan dengan selamat. Sambil menahan haru, Arifin menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan spontan yang diterimanya dari pihak kepolisian di tengah keputusasaannya.
Aksi kemanusiaan ini menjadi pengingat bagi para pemudik lainnya bahwa Pos Pengamanan (Pos Pam) di sepanjang jalur mudik bukan sekadar pusat pengatur lalu lintas, melainkan juga tempat perlindungan dan bantuan darurat bagi warga yang mengalami kendala teknis maupun finansial.






