Oknum Perusak Starbucks, Siapa Sebenarnya Pelaku Vandalisme dalam Demo Pro-Palestina?

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 5 Oktober 2025 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum Perusak Starbucks Demo Pro-Palestina

Oknum Perusak Starbucks Demo Pro-Palestina

Aksi solidaritas global untuk Palestina sering kali diwarnai seruan boikot terhadap perusahaan yang dianggap mendukung Israel. Salah satu merek yang kerap menjadi sasaran adalah Starbucks. Namun, yang disayangkan, di beberapa tempat, aksi boikot ini berujung pada tindakan anarki dan perusakan. Pertanyaan pun muncul: Siapa Oknum Perusak Starbucks Demo Pro-Palestina yang bertanggung jawab atas vandalisme dan kekerasan tersebut?

Insiden perusakan dan vandalisme ini umumnya dilakukan oleh sekelompok kecil peserta aksi yang bertindak di luar batas, dan tidak mencerminkan keseluruhan gerakan Pro-Palestina yang sebagian besar berlangsung damai. Kita akan membedah konteks dan identitas pelaku dari beberapa insiden yang menjadi sorotan publik.

Konteks Global, Vandalisme di Eropa

Pada beberapa demonstrasi besar Pro-Palestina di Eropa, khususnya di Barcelona, Spanyol, terjadi vandalisme pada sejumlah gerai ritel internasional, termasuk Starbucks. Kejadian ini biasanya terjadi di tengah gelombang protes yang memanas.

Oknum Perusak Starbucks Demo Pro-Palestina dalam kasus ini merujuk pada sekelompok demonstran yang dilaporkan memecahkan kaca, membuat grafiti, dan menempelkan poster di gerai Starbucks dan perusahaan lain. Grafiti yang ditemukan umumnya berisi pesan-pesan seperti “Bebaskan Palestina” atau menuduh perusahaan “Zionis terlibat” atau “Hentikan Genosida.”

Baca Juga :  Gunung Semeru Erupsi Besar, Status Naik Level IV Awas Rabu Sore

Meskipun laporan berita mengkonfirmasi perusakan tersebut, identitas individu yang bertanggung jawab atas aksi vandalisme ini sering kali tidak diumumkan secara luas karena mereka adalah bagian dari kerumunan besar. Pihak berwenang di lokasi seperti Barcelona melakukan penangkapan, tetapi identitas para pelaku perusakan ini tidak menjadi fokus utama pemberitaan. Dengan kata lain, mereka bertindak atas nama kolektif massa, bukan sebagai individu yang dikenal.

Insiden di Indonesia, Pelaku Pemukulan di Makassar

Di Indonesia, fokus berita lebih tertuju pada aksi kekerasan, bukan hanya perusakan fisik properti. Salah satu kasus yang paling mendapat perhatian adalah insiden pemukulan terhadap pengunjung gerai Starbucks di Makassar, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini menunjukkan sisi gelap dari gerakan boikot yang berujung pada pelanggaran hukum.

Baca Juga :  Korban Tewas Akibat Kebakaran Apartemen di Hong Kong Bertambah Jadi 44 Orang

Dalam insiden tersebut, kelompok massa yang mengatasnamakan aksi bela Palestina memasuki gerai dan memaksa pengunjung untuk meninggalkan lokasi. Sayangnya, tindakan mereka meningkat menjadi kekerasan fisik.

Menariknya, dalam kasus ini, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi dan menangkap salah satu terduga pelaku. Polrestabes Makassar mengumumkan penangkapan seorang pria berinisial Subhan alias Subuh, yang diidentifikasi sebagai peserta demo yang melakukan pemukulan terhadap seorang pengunjung pria di gerai kopi tersebut. Subhan ditangkap karena diduga melakukan penganiayaan, yang merupakan tindak kriminal.

Oknum Perusak Starbucks Demo Pro-Palestina dalam konteks ini adalah individu yang melakukan kekerasan dan telah diproses secara hukum.

Sikap Resmi Starbucks dan Batasan Aksi Protes

Starbucks sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa mereka tidak mendanai pemerintah atau operasi militer di mana pun, termasuk Israel. Mereka juga menyatakan bahwa rumor dukungan finansial kepada Israel adalah tidak benar dan informasi yang salah ini telah menyebabkan tindakan kekerasan dan vandalisme terisolasi di beberapa gerai mereka di seluruh dunia.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Bea Cukai Nongkrong di Starbucks

Aksi protes, termasuk seruan boikot, adalah bagian dari kebebasan berekspresi. Namun, ketika aksi tersebut berubah menjadi perusakan properti (vandalisme) atau kekerasan fisik (penganiayaan), tindakan tersebut sudah melanggar batas hukum dan merugikan orang lain yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Secara keseluruhan, Oknum Perusak Starbucks Demo Pro-Palestina adalah individu atau kelompok kecil yang, di tengah luapan emosi massa, memilih jalur kekerasan dan vandalisme. Sementara di Eropa mereka tersembunyi dalam kerumunan, di Indonesia (Makassar), setidaknya satu pelaku kekerasan berhasil diidentifikasi dan ditindak oleh pihak berwenang. Hal ini menegaskan bahwa tujuan mulia solidaritas Palestina harus selalu dicapai melalui cara-cara damai dan tidak melanggar hukum.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB