Truk Mundur di Tanjakan Pringsewu, Seorang Istri Tewas Terlindas

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 8 Oktober 2025 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa satu korban di Jalan Raya Podosari, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu malam, sekitar pukul 18.00 WIB, melibatkan sebuah truk Fuso bermuatan batu yang tiba-tiba mundur di jalur menanjak dan menghantam pasangan suami istri yang tengah berboncengan motor.

Korban tewas adalah seorang perempuan bernama Eni Kurniati (46), warga Desa Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Ia meninggal dunia seketika di lokasi kejadian setelah tubuhnya terlindas oleh truk besar tersebut.

Sementara itu, suaminya, Warisno (49), berhasil selamat meskipun menderita luka-luka serius. Warisno langsung dilarikan ke RSUD Pringsewu untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.

Kecelakaan maut itu berawal ketika truk Fuso dengan nomor polisi B 9362 PU sedang melintas di tanjakan Podosari. Truk tersebut diketahui mengangkut muatan batu dan bergerak dari arah Pringsewu menuju Gadingrejo.

Saat berada di tengah tanjakan, kendaraan berat itu secara mendadak kehilangan tenaga.

Baca Juga :  Festival Mangga Pemalang Sukses, Gubernur Luthfi Dorong Jadi Agenda Tahunan

Beberapa saksi mata di lokasi kejadian memberikan keterangan yang seragam. Mereka melihat truk itu tiba-tiba berjalan mundur dengan sangat cepat dan tidak terkendali.

Nahas, tepat di belakang truk tersebut, tengah melaju sepeda motor Honda Beat BE 2131 GCX yang dikendarai oleh pasangan suami istri Warisno dan Eni. Tabrakan keras pun tidak terhindarkan.

“Truk tidak kuat menanjak, lalu langsung mundur dan menabrak motor pasutri itu,” ujar salah seorang warga Podosari yang menyaksikan kejadian mengerikan tersebut. Warga berusaha memberikan pertolongan.

Namun, upaya pertolongan sudah terlambat bagi korban perempuan. “Kami berusaha menolong, tapi korban perempuan sudah meninggal di tempat,” tambahnya.

Sepeda motor yang ditumpangi korban mengalami kerusakan parah di bagian depannya, hancur akibat benturan dan hantaman bodi truk yang mundur tanpa ampun. Truk Fuso itu sendiri baru berhenti setelah terperosok ke dalam parit di sisi jalan raya.

Evakuasi kendaraan yang ringsek dan truk yang terperosok menjadi proses yang cukup lama dan rumit. Pihak kepolisian bahkan harus mendatangkan alat berat untuk mengangkat dan menarik truk keluar dari parit.

Baca Juga :  Sinergi BNN dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 33 Kg Sabu di Aceh

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pringsewu telah membenarkan kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa di tanjakan Podosari tersebut. Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan.

Pengemudi truk Fuso telah diamankan oleh pihak kepolisian. Sopir yang diketahui bernama Krisna (22), warga Bandar Lampung, itu saat ini sedang dimintai keterangan lebih lanjut.

Penyelidikan awal yang dilakukan oleh aparat mengarah pada satu dugaan sementara. Kendaraan itu diduga tidak kuat menanjak karena membawa kelebihan muatan, sebuah faktor yang sering menjadi pemicu kecelakaan di jalur berat.

Tanjakan Podosari, lokasi terjadinya insiden ini, bukanlah area yang asing bagi kepolisian setempat. Jalur ini telah lama dicatat sebagai salah satu jalur rawan kecelakaan di wilayah Pringsewu.

Baca Juga :  Posisi Indonesia dalam Diplomasi Global, Menavigasi Ketidakpastian Regional

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan berat maksimal muatan. Kecelakaan sering kali terjadi di tanjakan ini, terutama melibatkan kendaraan berat yang memaksakan diri melintas dengan beban berlebih.

Oleh karena itu, pihak kepolisian kembali menyampaikan imbauan serius. Mereka meminta agar seluruh sopir truk yang melintasi rute tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersikap jauh lebih hati-hati.

Selain itu, sangat ditekankan agar para pengemudi memastikan bahwa kendaraan yang mereka operasikan berada dalam kondisi prima—mesin, rem, dan transmisi—sebelum mengambil risiko melintas di jalur menanjak yang memang membutuhkan performa mesin yang optimal. Memeriksa kondisi kendaraan adalah langkah preventif mutlak.

Kasus kecelakaan tragis ini akan menjadi pengingat pahit bagi semua pengguna jalan, khususnya para pengemudi angkutan barang, tentang risiko fatal dari kelalaian teknis dan pelanggaran batas muatan di jalan raya. Polres Pringsewu akan terus mendalami kasus ini untuk menetapkan pertanggungjawaban hukum.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB