ASUS Berencana Produksi DRAM Mandiri Mulai 2026, Strategi Hadapi Krisis Memori Global

icon berita mobile

- Penulis Berita

Sabtu, 27 Desember 2025 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis semikonduktor global masih memberikan dampak besar terhadap industri teknologi, khususnya pada sektor memori DRAM. Ketersediaan yang semakin terbatas dan harga yang terus meningkat membuat banyak produsen perangkat keras harus mencari solusi jangka panjang. Dalam situasi ini, ASUS dikabarkan tengah menyiapkan langkah strategis dengan mempertimbangkan produksi DRAM secara mandiri mulai tahun 2026.

Berdasarkan laporan dari sumber industri internasional, perusahaan asal Taiwan tersebut disebut-sebut sedang mengkaji pembangunan jalur produksi memori DRAM sendiri, yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2026. Langkah ini bertujuan untuk mengamankan pasokan komponen penting bagi produk-produk ASUS, khususnya lini ROG dan TUF, yang selama ini bergantung pada pemasok eksternal seperti Samsung dan Micron.

Baca Juga :  Kripto PI Menurun: Tarif Mining Turun dan Tahap Penghentian Penambangan

Ketergantungan pada produsen memori global membuat banyak perusahaan perangkat keras rentan terhadap fluktuasi pasar. Lonjakan permintaan DRAM untuk data center, server, dan akselerator kecerdasan buatan (AI) telah menyerap sebagian besar kapasitas produksi dunia, sehingga pasar konsumen mengalami tekanan.

Akibatnya, modul RAM terutama di segmen performa tinggi—menjadi semakin mahal dan sulit diperoleh. Sejumlah analis memprediksi kondisi ini dapat berlangsung hingga setidaknya tahun 2028, sehingga produsen besar seperti ASUS perlu menyiapkan strategi mitigasi jangka panjang.

Masuk ke sektor produksi chip memori bukan langkah kecil. Pembangunan fasilitas DRAM membutuhkan investasi bernilai miliaran dolar, waktu pengembangan yang panjang, serta keahlian teknologi tingkat tinggi. Meski demikian, bagi perusahaan sebesar ASUS, langkah ini dinilai berpotensi menjadi keputusan strategis yang krusial untuk menjaga daya saing dan stabilitas margin bisnis.

Baca Juga :  Cloudflare Tumbang 18 November: Bukan Serangan Siber, Tapi Kesalahan Teknis Internal

Dengan memproduksi memori sendiri, ASUS tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, tetapi juga lebih leluasa dalam mengatur rantai pasok dan jadwal produksi.

Keuntungan lain dari produksi DRAM internal adalah peluang untuk optimalisasi performa. ASUS dapat merancang modul memori yang disesuaikan secara khusus dengan motherboard dan platform buatannya sendiri, sehingga berpotensi meningkatkan stabilitas, kompatibilitas, dan performa sistem secara keseluruhan.

Hal ini dinilai akan menjadi nilai tambah besar, terutama di segmen enthusiast dan gaming, yang selama ini menjadi kekuatan utama ASUS di pasar global.

Saat sejumlah produsen memori besar mulai mengalihkan fokus dari pasar konsumen ke sektor AI dan komputasi awan yang lebih menguntungkan, muncul celah bagi pemain baru atau strategi alternatif. ASUS diperkirakan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisinya di industri perangkat keras.

Baca Juga :  Indonesia Sambut Agen AI Mandiri, Tren Teknologi Ubah Bisnis ASEAN

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari ASUS terkait rencana tersebut. Informasi yang beredar masih sebatas rumor industri dan diperkirakan akan mendapat kejelasan dalam beberapa bulan mendatang.

Jika rencana ini benar-benar terealisasi, langkah ASUS memproduksi DRAM sendiri bisa menjadi salah satu terobosan penting industri hardware dalam menghadapi ketidakpastian pasokan global di era komputasi modern.

Berita Terkait

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?
Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung
Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang
Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif
Samsung Berhasil Uji Coba Teknologi Jaringan 6G Terbaru
Robot Penari di Beijing, Bukti Nyata Pesatnya Kemajuan Teknologi Tiongkok
Harga Samsung Galaxy A55 5G, HP Mid-Range Premium dengan Performa Kencang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:18 WIB

Teknologi Estetika dan Perawatan Preventif, Tren yang Diminati, Amankah?

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:13 WIB

Pemimpin Teknologi di Dewan Sains Trump, Jensen Huang dan Mark Zuckerberg Resmi Bergabung

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:07 WIB

Ramadan sebagai Momentum Rekonsiliasi Sosial di Era AI yang Menantang

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:06 WIB

Perlindungan Digital Nasional, Menteri Komdigi Resmi Larang Akun Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:35 WIB

Google Gemini Bantu Optimalkan Aktivitas Ramadhan Lebih Produktif

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB