Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama periode cuaca ekstrem.
Suhu tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah Bojonegoro dalam beberapa pekan terakhir dinilai meningkatkan risiko kebakaran di pemukiman maupun lahan terbuka.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penyelamatan Non Kebakaran Damkarmat Bojonegoro, Supriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah memperkuat kesiapsiagaan personel serta patroli lapangan.
“Kami siaga 24 jam. Dalam kondisi cuaca ekstrem seperti ini, api sangat mudah menyebar hanya karena puntung rokok atau korsleting listrik,” ujarnya, Rabu (9/10/2025).
Menurut Supriyanto, sebagian besar kasus kebakaran di Bojonegoro tahun ini disebabkan oleh kelalaian manusia, seperti membakar sampah di dekat rumah atau membiarkan kabel listrik tidak terawat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan pertanian saat musim kemarau karena dapat dengan cepat menjalar ke area pemukiman.
“Cukup satu percikan kecil saja di saat angin kencang, kebakaran bisa meluas tanpa kendali,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Damkarmat telah mengerahkan tim ke sejumlah titik rawan kebakaran di wilayah selatan dan timur Bojonegoro, termasuk daerah perbatasan dengan Lamongan dan Nganjuk.
Masyarakat juga diminta segera melapor melalui call center 112 jika menemukan tanda-tanda kebakaran, agar petugas bisa merespons lebih cepat.
Selain patroli rutin, Dinas Damkarmat bekerja sama dengan BPBD dan aparat desa untuk melakukan sosialisasi pencegahan, terutama di wilayah padat penduduk.
“Kesadaran warga adalah benteng utama. Kami hanya bisa bertindak cepat kalau masyarakat juga cepat melapor,” kata Supriyanto.
Dengan kesiapsiagaan ini, Pemkab Bojonegoro berharap angka kebakaran di akhir tahun dapat ditekan seminimal mungkin dan keselamatan masyarakat tetap terjaga di tengah fenomena cuaca ekstrem yang masih berlangsung.






