Dari Hobi Jadi Rezeki, Zulfa Nurin Bangun Brand Rajut Lilac Hingga Tembus Pasar Internasional

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 15 Oktober 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulfa Nurin

Zulfa Nurin

Ketertarikan sederhana pada kerajinan tangan membawa Zulfa Nurin Hasnawati, warga Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, menuju kesuksesan yang tak terduga. Dari sekadar hobi merajut, ia kini memiliki brand Lilac Rajut yang dikenal hingga luar negeri dan menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Perjalanan Zulfa dimulai pada 2014, ketika ia mendapat tugas sekolah membuat karya rajut. Aktivitas yang awalnya hanya untuk mengisi waktu itu perlahan berubah menjadi minat serius. Enam tahun kemudian, tepatnya pada 2020, ia mulai menerima pesanan tas rajut dari tetangga sekitar. Dari situ, usahanya berkembang pesat hingga bergabung dengan Asosiasi Handycraft Jatim (AHJ) Bojonegoro.

Kini, produk buatannya beragam—mulai dari tas rajut hingga boneka amigurumi—dengan omzet mencapai lebih dari Rp3 juta per bulan. Harga produknya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu, bergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan. Dengan kreativitas dan ketelatenan, Zulfa menjadikan Lilac Rajut bukan sekadar bisnis rumahan, tapi juga simbol karya perempuan Bojonegoro.

Baca Juga :  Pelayanan Adminduk Serang Baru Jemput Bola ke Rumah Warga Disabilitas

Kesuksesan Zulfa turut didukung oleh Pemkab Bojonegoro. Ia kerap diikutsertakan dalam berbagai pameran seperti Car Free Day (CFD), Pekan Batik Bojonegoro, Jatim Fest di Surabaya, hingga INACRAFT di JCC dan pameran internasional di Dubai pada 2023. “Alhamdulillah Pemkab Bojonegoro sangat membantu. Saya juga ikut kurasi produk di ruang prasmanan bupati untuk pameran di luar daerah,” ujarnya.

Melalui Disperinaker, Zulfa difasilitasi untuk mengurus NIB dan merek dagang Lilac Rajut yang kini menunggu sertifikat turun. Selain itu, ia juga mendapat pelatihan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Bojonegoro dalam bidang konten kreator dan pemanfaatan teknologi AI untuk promosi produk.

Ke depan, Zulfa berencana memperluas produksi sekaligus memberdayakan ibu rumah tangga di sekitarnya agar ikut merasakan manfaat ekonomi dari keterampilan rajut. “Harapannya produkku dikenal banyak orang, bisa bantu ibu-ibu rumah tangga di sekitar dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Balita oleh ART di Ujungberung Berakhir Damai Melalui Mediasi di Polrestabes Bandung

Ketekunan Zulfa menjadi bukti bahwa kreativitas bisa membuka jalan menuju kemandirian ekonomi. Dari hobi sederhana, ia membangun peluang usaha yang membawa manfaat bagi banyak orang di Bojonegoro.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB