Eks Kades NTT Korupsi Rp650 Juta, Dana Desa Dipakai Main Judi Online

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Kades NTT Korupsi Rp650 Juta

Eks Kades NTT Korupsi Rp650 Juta

Kasus korupsi dana desa kembali menjadi sorotan nasional dengan modus yang terbilang baru dan memprihatinkan. Kades NTT Korupsi, berinisial AG, ditetapkan sebagai tersangka karena menilap Dana Desa (DD) senilai Rp650 juta. Parahnya, uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa tersebut justru dihabiskan untuk judi online.

Kasus yang terjadi selama tahun anggaran 2020-2022 ini memperpanjang daftar hitam penyalahgunaan DD oleh oknum pemimpin desa. Kades NTT Korupsi ini bahkan sempat dilaporkan oleh Menteri Desa ke Kejaksaan Agung (Kejagung) karena maraknya dana desa yang dipakai untuk aktivitas terlarang seperti judi daring.

Proyek Mangkrak dan Foya-foya Pribadi

Kasus penyalahgunaan dana desa di daerah-daerah lain juga menunjukkan pola yang mengkhawatirkan:

  • Beli Mobil Mewah dan Poligami: Di Serang, Banten, seorang mantan Kepala Desa Lontar menghamburkan hampir Rp1 miliar dana desa. Uang tersebut digunakan untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam, hingga poligami dengan empat perempuan. Proyek infrastruktur seperti rabat beton dan gapura pun mangkrak.
  • Proyek Fiktif dan Proyeksi Palsu: Modus lain yang umum terjadi adalah membuat proyek fiktif atau menggunakan dana untuk kepentingan pribadi. Di Jambi, seorang Kepala Desa diduga menilap dana desa, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), kemudian membeli mobil mewah seharga ratusan juta. Di Sukabumi, mantan kades bahkan “menyulap” anggaran pembelian ambulans desa menjadi mobil pribadi.
  • Kolam Renang Gagal: Di Sragen, Jawa Tengah, proyek pembangunan wahana wisata kolam renang yang menelan dana desa ratusan juta rupiah dinilai gagal dan mangkrak, kini kasusnya sedang ditangani Inspektorat.
Baca Juga :  Perbandingan Harga Emas & Bitcoin 6 Oktober 2025, Siapa yang Unggul dalam Tren Investasi?

Kasus-kasus ini menjadi bukti nyata bahwa pengawasan dan integritas dalam pengelolaan Dana Desa masih menjadi tantangan serius. Jumlah kasus korupsi di sektor desa pada tahun-tahun terakhir dilaporkan terus meningkat, menggerus anggaran yang vital bagi pembangunan daerah terpencil.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB