Sepanjang tahun 2025, Ford Motor Company tercatat sebagai produsen otomotif dengan jumlah penarikan kendaraan terbanyak di Amerika Serikat. Berdasarkan data industri otomotif, Ford bersama merek di bawah naungannya, termasuk Lincoln, mencatat 153 program penarikan yang berdampak pada sekitar 12,9 juta kendaraan.
Jumlah tersebut bahkan melebihi total kendaraan yang ditarik oleh gabungan sembilan produsen mobil lainnya di AS. Fakta ini menempatkan Ford di posisi teratas, baik dari sisi frekuensi penarikan maupun jumlah unit kendaraan yang terdampak.
Jika dirata-ratakan, Ford melakukan penarikan kendaraan hampir setiap dua hingga tiga hari sepanjang 2025. Setiap harinya, sekitar 35 ribu unit kendaraan Ford masuk dalam daftar penarikan. Secara statistik, angka tersebut setara dengan lebih dari 1.400 kendaraan per jam, atau hampir 25 unit per menit.
Di posisi kedua, Toyota mencatat jumlah kendaraan terdampak penarikan yang cukup besar, yakni sekitar 3,2 juta unit. Namun, jumlah program penarikannya relatif rendah, hanya 15 kali sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan bahwa penarikan Toyota cenderung berskala besar tetapi jarang dilakukan.
Sementara itu, Stellantis yang mencakup merek-merek seperti Jeep, Chrysler, dan Dodge menempati peringkat ketiga dengan 53 program penarikan dan sekitar 2,77 juta kendaraan terdampak di Amerika Serikat.
Produsen lain yang juga masuk dalam daftar teratas adalah Honda bersama Acura, serta Hyundai bersama Genesis. Honda dan Acura mencatat sekitar 1,56 juta kendaraan terdampak penarikan, sedangkan Hyundai dan Genesis mencapai 1,07 juta unit, dengan total 21 program penarikan.
Apabila Hyundai dan Kia digabungkan sebagai satu grup, total penarikan meningkat menjadi 34 program dengan jumlah kendaraan terdampak lebih dari 2,6 juta unit, menempatkan aliansi ini di posisi keempat secara nasional.
Meski demikian, para analis menilai angka penarikan tidak selalu mencerminkan tingkat keparahan masalah. Tidak semua penarikan mengharuskan kendaraan dibawa ke dealer. Sebagian kasus hanya membutuhkan pembaruan perangkat lunak jarak jauh (over-the-air update), tanpa perbaikan fisik.
Namun, terlepas dari metode perbaikannya, penarikan tetap menjadi indikator penting terkait kualitas produksi, pengawasan keselamatan, serta kompleksitas teknologi kendaraan modern. Dalam konteks ini, Ford tetap tercatat sebagai produsen dengan tantangan penarikan terbesar di pasar otomotif Amerika Serikat sepanjang 2025.






