Ignasius Jonan Dipanggil Prabowo, Bahas Kereta Cepat Whoosh dan Peluang Masuk Kabinet?

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 4 November 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ignasius Jonan dipanggil Prabowo

Ignasius Jonan dipanggil Prabowo

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan eks Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan dipanggil Prabowo Subianto untuk bertemu di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 3 November 2025. Pertemuan ini sontak menarik perhatian publik. Pasalnya, Jonan dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki rekam jejak mumpuni, khususnya di sektor transportasi dan BUMN. Pertemuan selama kurang lebih dua jam tersebut memicu spekulasi, terutama terkait polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh dan isu mengenai perombakan kabinet.

Jonan tiba di Istana atas undangan dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Mantan Menteri ESDM ini mengaku tidak mengetahui secara pasti topik yang akan dibahas, namun ia menyatakan senang dapat bertukar pikiran dengan Presiden.

Baca Juga :  Kades Padamenak Didemo Warga Usai Diduga Selingkuhi Istri Hansip

Apa yang Dibahas dalam Pertemuan Prabowo dan Ignasius Jonan?

Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengungkapkan beberapa poin penting yang menjadi inti obrolan saat Ignasius Jonan dipanggil Prabowo ke Istana. Hal ini disampaikan Prabowo setelah pertemuan itu usai.

Pembahasan Kereta Cepat Whoosh

Salah satu topik yang santer diduga menjadi fokus diskusi adalah polemik utang Kereta Cepat Whoosh. Proyek strategis ini memang sedang menghadapi tantangan, termasuk restrukturisasi utang yang cukup berat. Meskipun pada awalnya Jonan enggan berkomentar dan menampik bahwa ia dimintai pandangan soal Whoosh, Presiden Prabowo belakangan mengonfirmasi bahwa mereka turut membicarakan proyek tersebut.

Prabowo memandang Jonan sebagai tokoh yang memiliki pandangan penting dalam banyak hal, termasuk isu transportasi. Oleh karena itu, berbagi pandangan mengenai Whoosh menjadi hal yang wajar. Jonan, di sisi lain, menyatakan bahwa diskusinya juga menyentuh topik pengembangan BUMN serta program-program kerakyatan yang dijalankan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Sumatera Barat Pasar Potensial Asuransi, Ekonomi Tumbuh 4,36%

Kesediaan Ignasius Jonan Jika Ditawari Jabatan

Pertemuan antara Ignasius Jonan dipanggil Prabowo tentu tak lepas dari spekulasi mengenai peluang Jonan kembali berkontribusi di pemerintahan. Saat ditanya awak media mengenai potensi tawaran untuk bergabung ke dalam kabinet, Jonan memberikan jawaban yang lugas namun terukur.

Mantan Dirut KAI ini menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada tawaran jabatan spesifik yang diterimanya. “Oh, enggak, enggak ada (tawaran). Kita diskusi aja. Saya diskusi sharing pandangan saya sebagai rakyat,” katanya.

Namun, sebagai warga negara, Jonan menyatakan kesiapannya jika diminta untuk bekerja bagi negara, asalkan ia merasa mampu mengemban tugas tersebut. Di sisi lain, ia juga bisa menolak jika tugas yang diberikan berada di luar batas kemampuannya. Kesiapan ini memperlihatkan dedikasi Jonan terhadap pembangunan bangsa, terlepas dari apakah ia akan benar-benar mengisi posisi di Kabinet Merah Putih atau tidak.

Baca Juga :  MK Tolak Gugatan Uji Materi Rangkap Jabatan Polri, Aturan Penempatan Anggota di Jabatan ASN Tetap Berlaku

Pemanggilan Ignasius Jonan dipanggil Prabowo ke Istana menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam mencari masukan dari tokoh-tokoh berpengalaman untuk mengatasi tantangan negara, mulai dari isu transportasi strategis seperti Kereta Cepat Whoosh hingga pengembangan BUMN. Sementara publik terus menanti apakah Jonan akan kembali aktif di pemerintahan, satu hal yang pasti: keahliannya di sektor perkeretaapian dan BUMN sangat dibutuhkan.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB