KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Dibawa ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah dan mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pada Selasa, 3 Maret 2026. KPK menyebut Fadia termasuk salah satu pihak yang diamankan dalam kegiatan penyelidikan tertutup tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan penindakan itu. Ia mengatakan tim KPK mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, dan salah satunya adalah bupati. Setelah itu, para pihak yang diamankan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, KPK belum mengungkap identitas lengkap seluruh pihak yang diamankan maupun konstruksi perkara yang sedang diusut. Lembaga antirasuah tersebut juga belum menyampaikan detail pasal atau dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi dasar OTT di Pekalongan.

Baca Juga :  Hizbullah Rudal Pangkalan Zionis Israel dengan Proyektil Daya Ledak Tinggi

Sesuai ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk melakukan pemeriksaan intensif sebelum menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Dengan demikian, penetapan tersangka atau langkah hukum lanjutan masih menunggu hasil pemeriksaan awal di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Perkembangan di daerah juga menjadi sorotan setelah sejumlah ruang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tampak disegel KPK pada pagi hari. Berdasarkan pantauan media setempat, ruang yang disegel antara lain Kantor Bupati Pekalongan, Kantor Sekda, serta beberapa ruang kepala dinas, termasuk di DPU Taru.

Pada pintu ruangan yang disegel terlihat tanda bertuliskan “Dalam Pengawasan KPK” dengan logo KPK dan tanggal 3-3-2026. Sejumlah pejabat daerah yang dimintai keterangan mengaku belum mengetahui secara pasti perkara yang sedang ditangani KPK.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Kajari Hulu Sungai Utara sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Rp1,5 Miliar

Penindakan di Pekalongan menambah rangkaian OTT KPK sepanjang awal tahun 2026. ANTARA mencatat operasi ini sebagai OTT ketujuh KPK pada 2026, setelah sebelumnya KPK melakukan sejumlah OTT di berbagai daerah dan sektor, termasuk perkara perpajakan, dugaan pemerasan, serta sengketa lahan.

Karena proses pemeriksaan masih berjalan, perkembangan kasus ini masih dapat berubah dalam hitungan jam, terutama terkait jumlah pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dan dugaan perkara yang disangkakan. Untuk saat ini, fokus KPK adalah pemeriksaan awal terhadap seluruh pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB