Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur mencatat keberhasilan pengangkutan lebih dari 3.000 ton sampah dari Pasar Induk Kramat Jati ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dalam kurun waktu lima hari terakhir.
Kepala Satuan Pelaksana Sudin LH Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, menyebut total volume sampah yang berhasil diangkut mencapai 3.012 ton. Pengangkutan dilakukan secara intensif dengan mengerahkan ratusan armada truk.
“Selama lima hari terakhir, pengangkutan sampah dari Pasar Induk Kramat Jati ke TPST Bantar Gebang mencapai 3.012 ton,” ujar Dwi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Untuk mendukung proses tersebut, Sudin LH Jakarta Timur mengoperasikan 178 armada truk. Meski kegiatan grebek sampah telah dilaksanakan, pengangkutan rutin tetap berjalan setiap hari guna mencegah kembali terjadinya penumpukan.
Menurut Dwi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Perumda Pasar Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pola pengelolaan sampah ke depan. Salah satu hasil pembahasan mendorong Pasar Jaya agar lebih mandiri dalam menangani sampah di kawasan pasar.
“Ke depan, PD Pasar Jaya akan menyiapkan kendaraan pengangkut sendiri. Sudin LH nantinya hanya melakukan pendampingan dan membantu pengangkutan sampah residu,” jelasnya.
Namun demikian, sebelum sistem pengelolaan mandiri tersebut berjalan sepenuhnya, Sudin LH Jakarta Timur masih bertanggung jawab melakukan pengangkutan rutin. Dalam dua hari terakhir, pengangkutan harian dilakukan dengan kisaran 10 hingga 12 truk per hari.
Dwi juga menjelaskan bahwa kelancaran pengangkutan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca di TPST Bantar Gebang. Hujan deras dapat menghambat operasional alat berat demi menjaga keselamatan petugas, sehingga sempat terjadi antrean truk.
“Jika cuaca normal, pengangkutan berjalan lancar. Kendala biasanya muncul saat hujan deras karena alat berat harus dihentikan sementara,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa pengangkutan sampah baru kini sudah kembali normal dan tidak lagi termasuk dalam kategori kegiatan grebek.
“Sampah yang diangkut sekarang merupakan timbulan satu sampai dua hari terakhir,” kata Dwi.
Dengan keseimbangan antara volume timbulan dan kapasitas angkut, Sudin LH optimistis penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati tidak akan kembali terjadi dalam waktu dekat.






